Ahmad Luthfi Minta Dukungan Bappenas Percepat Infrastruktur Pansela dan Pantura untuk Dongkrak Ekonomi Jateng

Ahmad Luthfi Minta Dukungan Bappenas Percepat Infrastruktur Pansela dan Pantura untuk Dongkrak Ekonomi Jateng
Ahmad Luthfi Minta Dukungan Bappenas Percepat Infrastruktur Pansela dan Pantura untuk Dongkrak Ekonomi Jateng

KONTENSEMARANG.COM – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menerima kunjungan kerja Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Rachmat Pambudy, di Semarang, Senin (8/6). 

Pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk membahas sejumlah agenda strategis pembangunan yang dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah.

Dalam kesempatan itu, Luthfi menekankan pentingnya percepatan pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah, terutama di kawasan Pantai Selatan (Pansela) dan Pantai Utara (Pantura).

Menurutnya, dukungan dan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi faktor penting dalam mempercepat realisasi pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Ia menjelaskan, fokus pembangunan Jawa Tengah saat ini diarahkan pada pemerataan kualitas infrastruktur jalan dan penguatan sistem irigasi.

Langkah tersebut dinilai penting mengingat Jawa Tengah memiliki peran strategis sebagai salah satu daerah penyangga ketahanan pangan nasional.

Selain sektor jalan dan irigasi, Ahmad Luthfi juga mengajukan sejumlah usulan kepada pemerintah pusat terkait pengembangan infrastruktur pendukung ekonomi makro.

Beberapa di antaranya meliputi peningkatan konektivitas transportasi, optimalisasi fungsi pelabuhan, serta pembangunan dry port guna memperkuat aktivitas logistik dan perdagangan di Jawa Tengah.

Menanggapi hal tersebut, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menyatakan bahwa arah pembangunan yang disampaikan Gubernur Jawa Tengah selaras dengan visi pembangunan nasional yang berfokus pada penguatan desa sebagai pusat pertumbuhan.

"Dari penjelasan Gubernur, saya mendapat insight (wawasan) mendalam terkait Jawa Tengah. Saya semakin menyadari bahwa pembangunan yang harus dilakukan bukan dari Jakarta, bukan dari Semarang, tapi di desa-desa kita, dari kawasan paling tertinggal. Ini arah dan cita-cita yang sama, bukan hanya dari Presiden, ternyata juga dari Gubernur Jawa Tengah," ujar Rachmat.

Rachmat juga menilai Jawa Tengah memiliki modal besar untuk terus berkembang.

Selain potensi sumber daya alam, provinsi ini didukung oleh kualitas tenaga kerja yang dinilai memiliki etos kerja tinggi dan kemampuan adaptasi yang baik.

"Pekerja atau karyawan dari Jawa Tengah itu punya keuletan yang luar biasa, daya tahan luar biasa. Petani kita juga jujur dan pekerja keras. Itu modal kita untuk maju," ungkapnya. (*)