KONTENSEMARANG.COM – Pemerintah Kota Semarang menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi banjir di kawasan Kaligawe dan wilayah sekitarnya menjelang musim hujan. Salah satu upayanya adalah memastikan sistem drainase permukiman tetap berfungsi optimal, meskipun terdapat peninggian Jalan Raya Kaligawe.
Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang memastikan saluran drainase di kawasan Genuksari, Gebanganom, hingga Padi Raya telah terhubung dengan sistem pemompaan untuk membantu mengalirkan air dari permukiman warga.
Kepala Bidang Sumber Daya Alam dan Drainase DPU Kota Semarang, M. Hisam Ashari, menjelaskan bahwa peninggian jalan yang dilakukan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) telah diselaraskan dengan sistem pompa yang dikelola Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana.
Menurutnya, keberadaan Rumah Pompa Gebangsari menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran pembuangan air dari kawasan permukiman di sisi selatan Kaligawe, termasuk Padi Raya dan Gebanganom.
“Ada keterpaduan antara peninggian jalan dari BPJN dengan BBWS yang mengatur pompanya. Untuk wilayah selatan seperti Padi Raya, Gebanganom, dan sekitarnya, sudah ada Rumah Pompa Gebangsari yang standby,” kata Hisam, Jumat, 23 Oktober 2026.
Ia menerangkan, kapasitas Rumah Pompa Gebangsari telah ditingkatkan oleh BBWS untuk membantu menyedot limpasan air dari Genuksari, Gebanganom, dan Padi Raya, kemudian mengalirkannya menuju Kali Tenggang.
“Jadi, meskipun jalan raya posisinya lebih tinggi daripada permukiman, air dari pemukiman akan ditarik masuk ke Kali Tenggang melalui Pompa Gebangsari yang sudah ditingkatkan kapasitasnya. Insyaallahaman,” tegasnya.
DPU Kota Semarang juga menilai peningkatan kemampuan pompa harus diimbangi dengan perbaikan saluran drainase di lingkungan permukiman. Saluran yang terlalu sempit atau tidak memadai berpotensi menghambat aliran air sehingga kinerja pompa belum bisa dimanfaatkan secara maksimal.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemkot Semarang menyiapkan anggaran sekitar Rp4,9 miliar pada tahun anggaran 2027. Dana tersebut dialokasikan untuk normalisasi saluran dan pelebaran penampang basah drainase di kawasan Padi Raya serta Gebanganom.
“Ketika kapasitas pompanya sudah sedemikian tinggi tetapi salurannya tidak mendukung, akan percuma. Sehingga kami menganggarkan di 2027 sebesar Rp4,9 miliar untuk pembenahan drainase, normalisasi, dan penambahan penampang basah di Padi Raya serta Gebanganom,” jelasnya.
Pekerjaan fisik tersebut direncanakan mulai diproses pada awal tahun depan. Tahapan pelelangan akan segera dilakukan setelah persiapan teknis selesai.
“Saat ini perencanaan teknisnya sedang disusun oleh tim perencana. Insyaallah awal tahun depan langsung kita lelangkan,” pungkasnya. (*)