Konten Semarang
Regional

Borobudur Indonesia Expo 2026 Didorong Jadi Pengungkit Ekonomi Kota Magelang

Borobudur Indonesia Expo 2026 di Magelang diharapkan menggerakkan ekonomi melalui UMKM, pariwisata, ekonomi kreatif, dan koperasi.

Borobudur Indonesia Expo 2026 Didorong Jadi Pengungkit Ekonomi Kota Magelang
Borobudur Indonesia Expo 2026 Didorong Jadi Pengungkit Ekonomi Kota Magelang

Pemkot Magelang turut melibatkan kawasan Purwo Manggung yang mencakup Kabupaten Purworejo, Wonosobo, Kabupaten Magelang, Kota Magelang, dan Temanggung.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah Sumarno mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai sektor jasa, pariwisata, dan ekonomi kreatif memiliki kontribusi penting dalam menggerakkan perekonomian daerah.

“Kalau kita lihat di Jawa Tengah, pertumbuhan ekonomi kita juga banyak ditopang dari sektor konsumsi. Untuk meningkatkan konsumsi, pintunya adalah pariwisata,” kata Sumarno saat mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat acara pembukaan.

Ia menjelaskan, pengembangan pariwisata berjalan beriringan dengan sektor ekonomi kreatif. Event dapat menjadi wadah untuk memamerkan produk UMKM sekaligus mempertemukan pelaku usaha dengan calon pasar.

Sumarno menyebut konsumsi memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap pertumbuhan ekonomi Kota Magelang.

Oleh sebab itu, ia mendorong penyelenggaraan lebih banyak kegiatan yang dapat menarik masyarakat datang dan melakukan pembelian terhadap produk UMKM maupun ekonomi kreatif.

Selain meningkatkan transaksi dalam waktu singkat, ia berharap berbagai event tersebut dapat membangun jejaring usaha antara pelaku UMKM Kota Magelang dengan pelaku usaha dari berbagai daerah di Jawa Tengah.

Dengan terbentuknya jejaring tersebut, dampak ekonomi dari penyelenggaraan event diharapkan dapat semakin luas dan dirasakan masyarakat, baik di Kota Magelang maupun wilayah Jawa Tengah.

Di sisi lain, Menteri Koperasi Ferry Juliantono mendorong pelaku UMKM, ekonomi kreatif, serta pariwisata di Kota Magelang dan Jawa Tengah untuk mengembangkan usaha melalui badan usaha koperasi.

Dorongan itu disampaikan karena banyak pelaku UMKM masih menjalankan usaha secara individu, sehingga memiliki keterbatasan dalam memperoleh akses terhadap modal, pasar, maupun teknologi.

Baca Juga Otomatis

Rekomendasi berdasarkan kategori dan tag berita ini.

Halaman 2 dari 3

Artikel Selanjutnya

Kabar Gembira! Denda dan Pajak Progresif Kendaraan di Jateng Dibebaskan Mulai 21 September
Regional • 18 September 2026

Kabar Gembira! Denda dan Pajak Progresif Kendaraan di Jateng Dibebaskan Mulai 21 September

Rekomendasi Redaksi