KONTENSEMARANG.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperkuat upaya pengentasan kemiskinan dengan menggandeng 123 perguruan tinggi untuk terlibat langsung dalam berbagai program pembangunan dan pendampingan masyarakat. Kolaborasi tersebut diarahkan agar penanganan kemiskinan dapat menjangkau persoalan warga hingga tingkat desa.
Keterlibatan perguruan tinggi tersebut disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Forum Perguruan Tinggi dalam Pemberdayaan Masyarakat di Balairung Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Kota Salatiga, Kamis (15/10/2026).
Dalam kesempatan itu, Luthfi menjelaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mendukung program pemerintah daerah, terutama melalui kegiatan penelitian, pengumpulan data, dan pendampingan masyarakat.
Menurutnya, keterlibatan kalangan akademisi dibutuhkan untuk memperkuat ketepatan sasaran berbagai program penanggulangan kemiskinan yang dijalankan pemerintah.
Penanganan kemiskinan, lanjut Luthfi, tidak cukup hanya dilakukan melalui penyaluran bantuan sosial maupun perbaikan rumah warga. Pemerintah juga perlu memperhatikan persoalan kesehatan, pendidikan, serta kondisi ekonomi keluarga.
Karena itu, kerja sama dengan perguruan tinggi menjadi salah satu langkah yang ditempuh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk memperluas jangkauan program pemberdayaan masyarakat.
Angka Kemiskinan Jawa Tengah Turun Menjadi 9,21 Persen
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat kemiskinan di Jawa Tengah pada Maret 2026 tercatat sebesar 9,21 persen.
Angka tersebut mengalami penurunan dibandingkan kondisi Maret 2025 yang masih berada pada level 9,48 persen.
Dengan demikian, persentase penduduk miskin di Jawa Tengah mengalami penurunan sebesar 0,27 poin persentase dalam periode satu tahun.
Penurunan juga terlihat dari jumlah penduduk yang masuk kategori miskin.
Pada Maret 2025, jumlah penduduk miskin di Jawa Tengah tercatat sebanyak 3,37 juta orang. Sementara pada Maret 2026, jumlahnya berkurang menjadi 3,29 juta orang.
Berdasarkan data tersebut,