“Pengawasan bukan sesuatu yang harus ditakuti, tetapi merupakan bagian penting dari upaya menjaga marwah dan kehormatan institusi,” ujarnya.
Kajari Banjarnegara Diminta Segera Lakukan Konsolidasi
Arahan berikutnya disampaikan kepada Sulasman yang baru dilantik sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Banjarnegara.
Waito meminta Kajari Banjarnegara segera melaksanakan konsolidasi internal guna memastikan pelaksanaan tugas organisasi dapat berjalan dengan baik setelah pergantian kepemimpinan.
Ia juga mengingatkan pentingnya kepemimpinan yang memiliki ketegasan dalam memegang prinsip, keterbukaan dalam berkomunikasi, serta kemampuan memberikan contoh kepada seluruh jajaran.
Seorang pimpinan, menurut Waito, tidak cukup hanya menjalankan fungsi pemberian instruksi. Pimpinan juga dituntut hadir untuk memberikan arahan ketika bawahannya membutuhkan pendampingan dan saat organisasi menghadapi persoalan.
“Jangan hanya menjadi pimpinan yang memberikan perintah. Jadilah pimpinan yang hadir ketika anak buah membutuhkan arahan, hadir ketika organisasi menghadapi persoalan, dan hadir paling depan ketika institusi membutuhkan ketegasan,” pesannya.
Selain menyoroti pola kepemimpinan, Waito turut mengingatkan tanggung jawab seorang pimpinan terhadap keberadaannya di wilayah kerja.
Ia menekankan agar setiap pimpinan memahami dan menaati ketentuan kedinasan, termasuk aturan yang berkaitan dengan aktivitas meninggalkan wilayah tugas maupun pelaksanaan perjalanan dinas.
Kepatuhan terhadap ketentuan tersebut menjadi bagian dari tanggung jawab yang melekat pada jabatan pimpinan.
Wakajati Jateng Tekankan Soliditas dan Integritas Aparatur
Menutup amanatnya, Waito mengajak seluruh jajaran Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah beserta satuan kerja yang berada di wilayah hukumnya untuk terus mempertahankan dan memperkuat soliditas organisasi.