Nawal juga menyoroti potensi kolaborasi layanan konsultasi keluarga berbasis digital milik BKKBN melalui platform BahteraCinta.id, yang dinilai dapat diperkuat dengan layanan kesehatan mental dari Posyandu.
“Inovasi ini menjadi sangat baik, terutama dengan adanya layanan konsultasi psikis yang ditangani langsung oleh psikolog, bukan AI,” ungkapnya.
Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Tengah, Rusman Efendi, menyambut positif rencana sinergi tersebut.
Ia berharap kolaborasi ini mampu meningkatkan efektivitas program pembangunan keluarga di Jawa Tengah.
“Audiensi ini untuk mengolaborasikan kegiatan di BKKBN, dengan PKK dan Posyandu. Dengan perpaduan program, diharapkan nanti pembangunan keluarga di Jawa Tengah akan berdampak lebih dahsyat lagi,” harap Rusman. (*)