Bagi peserta yang ingin melihat suasana Kota Semarang secara lebih luas, Pemkot menyediakan Kafilah Mubeng-Mubeng Kota Semarang. Program tersebut berlangsung pada 15–19 September 2026 dengan kuota 250 peserta per hari.
Dalam perjalanan ini, para kafilah diajak berkeliling menggunakan armada wisata yang telah disiapkan dan singgah di Alun-alun Semarang serta kawasan Kota Lama.
Program tersebut menjadi kesempatan bagi peserta untuk menyaksikan langsung berbagai suasana dan aktivitas Kota Semarang selama mengikuti rangkaian MTQ Nasional XXXI.
Pilihan lainnya adalah Kafilah Dolan Ning Desa Wisata Ramah Muslim yang mengajak peserta mengunjungi Desa Wisata Kandri dan Goa Kreo. Program ini juga berlangsung pada 15–19 September 2026 dengan kuota 75 peserta setiap hari.
Di Desa Wisata Kandri, peserta dapat mengenal berbagai aktivitas budaya dan kearifan lokal masyarakat. Selanjutnya, perjalanan menuju Goa Kreo yang berada di sekitar kawasan Waduk Jatibarang.
Wisata tersebut memberikan perspektif lain mengenai potensi Semarang yang tidak hanya berada di pusat kota, tetapi juga mencakup desa wisata dan kawasan alam yang memiliki daya tarik tersendiri.
Untuk menunjang pelaksanaan City Tour, titik keberangkatan dan kepulangan seluruh peserta dipusatkan di Balai Kota Semarang. Seluruh perjalanan dimulai pukul 15.00 WIB hingga selesai.
Dinas Perhubungan Kota Semarang menyiapkan 10 armada yang terdiri dari satu Bus Wisata Si Kenang, satu Bus Wisata Si Kuncung, satu Bus Wisata Si Denok, dua bus listrik, tiga shuttle, serta dua bus sekolah.
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang juga memberikan dukungan berupa fasilitasi tiket masuk destinasi berdasarkan kuota serta menyediakan tour leader untuk mendampingi peserta selama perjalanan.
Pendaftaran city tour dilakukan melalui Liaison Officer (LO) masing-masing kontingen provinsi. Informasi pendaftaran disampaikan melalui flyer yang dilengkapi kode QR dan tautan formulir daring. Peserta juga diwajibkan membawa tanda pengenal resmi MTQ ketika mengikuti kegiatan.