Bimo mengatakan petugas juga melakukan deteksi dini terhadap potensi heat stroke dengan memantau aktivitas setiap satwa. Hewan yang terlihat lebih banyak diam atau mengalami peningkatan frekuensi napas akan segera mendapatkan penanganan dari petugas.
”Penataan lingkungan dan vegetasi terus kami lakukan, termasuk merapikan pohon dan menanam pohon baru di area satwa. Untuk kenyamanan pengunjung, kami menambahkan taman, meja dan kursi di area primata serta menyediakan kereta mini dan ATV untuk memudahkan pengunjung berkeliling,” tambah dia.
Selain penanganan selama cuaca ekstrem, Semarang Zoo tengah menyiapkan rancangan kandang yang lebih mampu beradaptasi dengan kondisi cuaca. Salah satu konsep yang dikembangkan yakni menyediakan ruang tidur tertutup bagi setiap satwa.
”Kandang tidur tertutup diharapkan bisa menjadi tempat satwa berlindung ketika kondisi panas ataupun hujan, sehingga satwa tidak terpapar langsung dengan cuaca di lingkungan,” pungkas dia. (*)