KONTENSEMARANG.COM - Perubahan cuaca selama masa peralihan musim perlu diwaspadai masyarakat Kota Semarang karena dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang mengingatkan warga agar menjaga kesehatan dan mengantisipasi penyakit musiman, seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), Demam Berdarah Dengue (DBD), serta Leptospirosis yang berpotensi menjadi ancaman saat musim hujan tiba.
Kepala Dinkes Kota Semarang, M. Abdul Hakam, mengatakan upaya antisipasi tidak hanya dilakukan melalui edukasi kepada masyarakat.
Pihaknya juga memperkuat kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan agar tetap beroperasi dengan baik ketika menghadapi potensi bencana, terutama banjir dan tanah longsor.
Melalui Pusat Krisis Kesehatan Kota Semarang, Dinkes telah mengevaluasi sejumlah wilayah yang berisiko mengalami banjir maupun longsor.
Kesiapan fasilitas kesehatan, tenaga medis, serta persediaan obat-obatan menjadi perhatian agar pelayanan tetap berjalan apabila terjadi peningkatan jumlah warga yang membutuhkan penanganan medis.
“Pastinya di masa perpindahan musim pancaroba ini kita bersiap mengantisipasi segala kemungkinan, termasuk kesiapan memasuki musim hujan. Kawan-kawan dari Pusat Krisis Kesehatan sudah mengevaluasi titik-titik rawan banjir dan longsor. Kita pastikan kekuatan internal aman dulu; fasilitas kesehatan terlindungi dari banjir, SDM disiagakan, dan stok obat-obatan dipersiapkan. Jadi jika ada lonjakan angka kesakitan, kita tidak kelabakan,” kata Hakam, Rabu, 14 Oktober 2026.
Di tengah suhu udara yang masih terasa panas, Dinkes turut mengingatkan kelompok rentan, terutama anak-anak dan lanjut usia, agar membatasi kegiatan di luar ruangan.
Warga juga diminta memperhatikan asupan makanan dan menghindari konsumsi makanan yang dapat memicu batuk maupun iritasi tenggorokan.
“Di musim pancaroba seperti sekarang ancaman utamanya masih ISPA dan DBD. Nanti saat masuk musim hujan, penyakit seperti Leptospirosis, DBD, serta diare menjadi fokus yang harus diwaspadai bersama. Hindari makanan yang dapat merangsang batuk atau peradangan tenggorokan,” jelasnya.