Data tersebut semakin menegaskan posisi Stasiun Tawang sebagai salah satu simpul transportasi utama di Jawa Tengah yang mendukung konektivitas, pariwisata, dan perekonomian daerah.
Agustina mengatakan peningkatan pelayanan publik tidak harus menghilangkan nilai sejarah sebuah bangunan. Menurutnya, pelestarian warisan budaya justru mampu menjadi daya tarik wisata, ruang edukasi, sekaligus pengungkit pertumbuhan ekonomi.
"Bagi Kota Semarang, pesan Presiden tersebut memiliki makna yang sangat relevan. Kemajuan tidak boleh memutus hubungan dengan sejarah. Justru warisan budaya harus menjadi modal untuk membangun kota yang semakin maju, inklusif, dan berdaya saing. Revitalisasi Stasiun Tawang menjadi contoh nyata bahwa pelestarian cagar budaya mampu berjalan berdampingan dengan peningkatan kualitas pelayanan publik," kata Agustina.
Ia menambahkan, letak Stasiun Tawang yang berada di pintu masuk Kawasan Kota Lama menjadi nilai strategis bagi pengembangan pariwisata.
Pemerintah Kota Semarang akan terus memperkuat integrasi kawasan tersebut dengan Kota Lama, Pecinan, Kampung Melayu, pusat UMKM, kawasan ekonomi kreatif, serta sistem transportasi perkotaan agar manfaat revitalisasi semakin dirasakan masyarakat.
"Besarnya jumlah penumpang menunjukkan bahwa Stasiun Tawang bukan hanya aset sejarah, tetapi juga infrastruktur strategis yang menopang aktivitas ekonomi Kota Semarang. Semakin nyaman pelayanan transportasi, semakin besar peluang tumbuhnya sektor perdagangan, jasa, perhotelan, kuliner, UMKM, hingga ekonomi kreatif yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah," jelas Agustina.
Revitalisasi Stasiun Tawang juga dinilai menjadi momentum penting menjelang pelaksanaan MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang.
Infrastruktur transportasi yang semakin representatif diharapkan mampu menyambut ribuan tamu dari berbagai daerah sekaligus memperkuat citra Semarang sebagai kota modern yang tetap menjaga warisan sejarah.
"Pemerintah Kota Semarang mengapresiasi komitmen Pemerintah Pusat dan PT Kereta Api Indonesia dalam menjaga warisan sejarah bangsa. Kami siap memperkuat kolaborasi agar revitalisasi Stasiun Tawang tidak berhenti pada bangunan fisik semata, tetapi mampu menghidupkan kawasan sekitarnya, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat sektor pariwisata dan investasi, serta semakin mengukuhkan Semarang sebagai kota yang nyaman dikunjungi, dihuni, dan menjadi tujuan berusaha," pungkas Agustina.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga mengingatkan pentingnya pembangunan yang tetap berpijak pada sejarah sebagai bekal menghadapi masa depan bangsa.