Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Semarang turut meluncurkan program SUNFISH (Semarang Urban Fishery Integrated Smart and Holistic) yang ditandai dengan seremoni minum susu bersama sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemenuhan gizi anak.
Usai acara, Agustina mengaku terkesan melihat antusiasme ratusan anak yang menampilkan berbagai pertunjukan seni.
Menurutnya, semangat dan keceriaan mereka menjadi energi positif bagi pembangunan Kota Semarang sekaligus kampanye untuk menghapus praktik perundungan.
Secara terpisah, Agustina berharap semangat anak-anak dapat terus disebarluaskan sehingga mampu menginspirasi anak-anak lainnya.
"Semangat anak-anak ini akan mampu memberi energi tambahan bagi tujuan Kota Semarang. Apalagi kalau keceriaan dan semangat mereka ini diabadikan oleh teman-teman media kemudian masuk ke media-media sosial nanti akan menular kepada anak-anak yang mungkin hari ini masih bersembunyi. Kepada anak-anak yang mungkin tadi seperti dicontohkan masih membully temannya ini akan berangsur-angsur akan menjadi hilang."
Peringatan Hari Anak Nasional 2026 menjadi penegasan komitmen Pemerintah Kota Semarang untuk membangun kota yang ramah anak dengan memastikan setiap anak memiliki ruang untuk didengar, terlindungi, dan berani menyampaikan aspirasinya. (*)