Konten Semarang
Regional

CJIBF 2026 Catat Potensi Investasi Rp19,07 Triliun, Jateng Bidik Investor Global

CJIBF 2026 mencatat potensi investasi Rp19,07 triliun ke Jateng, dengan komitmen sektor industri, energi, dan investasi hijau.

CJIBF 2026 Catat Potensi Investasi Rp19,07 Triliun, Jateng Bidik Investor Global
CJIBF 2026 Catat Potensi Investasi Rp19,07 Triliun, Jateng Bidik Investor Global

Selain itu, PT Yosun Tire and Rubber Indonesia asal China menyatakan komitmen investasi senilai Rp4 triliun di KEK Industropolis Batang.

Perwakilan British Chamber, Danish Chamber of Commerce, dan Consul Asia, Ian Betts, melihat Jawa Tengah memiliki peluang besar untuk pengembangan investasi, khususnya pada sektor hijau, ekowisata, dan kawasan industri.

Menurut Ian, penerapan prinsip pembangunan berkelanjutan menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan daya tarik Jawa Tengah bagi investor internasional karena sesuai dengan arah perkembangan industri di masa mendatang.

“Saya melihat ada ketertarikan besar terhadap sektor hijau dan berkelanjutan, serta ekowisata. Ini merupakan hal baru dan sangat menarik, sehingga investor asing mungkin akan tertarik dengan peluang tersebut,” kata Ian.

Ia juga menilai keberadaan kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus menjadi nilai tambah bagi investor.

Kawasan tersebut dinilai menawarkan ekosistem usaha yang lebih siap, termasuk fasilitas, insentif, serta kepastian dalam menjalankan kegiatan bisnis.

“Saya tertarik dengan Batang dan Kendal karena keduanya terhubung dengan kawasan ekonomi khusus dan kawasan industri. Bagi saya, kawasan seperti itu lebih mudah dipromosikan kepada investor asing,” ujarnya.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, CJIBF menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk memperkuat iklim investasi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah Jawa Tengah.

“Tugas kami adalah mempermudah izin, menyiapkan lahan, menjaga keamanan, serta menjamin kepastian agar pertumbuhan ekonomi dan bisnis berkembang di Jawa Tengah,” ujar Luthfi.

Menurut Luthfi, setiap daerah di Jawa Tengah memiliki karakteristik dan potensi yang berbeda. Karena itu, kebijakan investasi perlu disusun berdasarkan keunggulan masing-masing kabupaten dan kota.

Baca Juga Otomatis

Rekomendasi berdasarkan kategori dan tag berita ini.

Halaman 2 dari 3

Artikel Selanjutnya

Kamtibmas Mimika Disorot, GMHI Minta Kapolri Copot Kapolres
Regional • 27 Agustus 2026

Kamtibmas Mimika Disorot, GMHI Minta Kapolri Copot Kapolres

Rekomendasi Redaksi