Konten Semarang
Parlemen

DPRD Semarang Bantah Isu Anestesi Jadi Penyebab Kematian Harimau Anggun

DPRD Semarang menegaskan kematian harimau putih Anggun bukan akibat anestesi dan meminta publik menunggu hasil kajian resmi penyebabnya.

DPRD Semarang Bantah Isu Anestesi Jadi Penyebab Kematian Harimau Anggun
DPRD Semarang Bantah Isu Anestesi Jadi Penyebab Kematian Harimau Anggun

"Harimau yang dikirim itu sepasang. Kalau memang penyebabnya karena kesalahan prosedur anestesi, logikanya keduanya akan mengalami kondisi yang sama. Karena itu kami menilai informasi tersebut perlu diluruskan," tegasnya.

Joko mengimbau masyarakat tidak terburu-buru menarik kesimpulan dan menunggu hasil kajian teknis dari pihak berwenang mengenai penyebab pasti kematian Anggun.

Sebelumnya, Anggun dipindahkan dari Semarang Zoo ke R Zoo di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatra Utara, pada 17 Maret 2026 dalam program pertukaran satwa. Harimau tersebut bersama pasangannya tiba di lokasi tujuan pada 21 Maret 2026 sekitar pukul 03.00 WIB.

Berdasarkan keterangan pengelola R Zoo, Anggun mengalami penurunan nafsu makan selama perjalanan dan kondisinya belum pulih setelah tiba di lokasi. Beberapa hari kemudian, satwa itu mengalami pembengkakan atau abses pada bahu kanan.

Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya gangguan fungsi hati dan ginjal, sementara uji laboratorium terhadap infeksi virus menunjukkan hasil negatif. Pada 27 Maret 2026 atau sekitar 10 hari setelah dipindahkan dari Semarang, Anggun dinyatakan mati.

Hingga kini, penyebab pasti kematian harimau putih tersebut masih menunggu hasil kajian lebih lanjut dari instansi yang berwenang. (*)

Baca Juga Otomatis

Rekomendasi berdasarkan kategori dan tag berita ini.

Halaman 2 dari 2

Artikel Selanjutnya

DPRD Semarang Desak Pemkot Lindungi Sawah dari Rob dan Kekeringan
Parlemen • 29 Juli 2026

DPRD Semarang Desak Pemkot Lindungi Sawah dari Rob dan Kekeringan

Rekomendasi Redaksi