Konten Semarang
Semarang

Gandeng Polines & Guizhou, PDAM Semarang Siap Serap Teknologi Olah Limbah

PDAM Semarang sambut kolaborasi Polines & vokasi Guizhou Tiongkok untuk transfer teknologi pengolahan air limbah dan energi tenaga air.

Gandeng Polines & Guizhou, PDAM Semarang Siap Serap Teknologi Olah Limbah
Gandeng Polines & Guizhou, PDAM Semarang Siap Serap Teknologi Olah Limbah

KONTENSEMARANG.COM - Perumda Air Minum (PDAM) Kota Semarang merespons dengan antusias adanya peluang kemitraan strategis yang diinisiasi oleh Politeknik Negeri Semarang (Polines) bersama institusi pendidikan vokasi asal Guizhou, Tiongkok.

Sinergi ini diproyeksikan dapat mempercepat proses transfer teknologi mutakhir, terutama pada sektor pengelolaan sumber daya air, sistem pengolahan air limbah, hingga pemanfaatan pembangkit listrik tenaga air.

Ady Setiawan, selaku Direktur Utama PDAM Kota Semarang, menjelaskan bahwa keterlibatan instansinya berawal dari undangan Polines untuk membahas kolaborasi dengan perguruan tinggi asal negeri tirai bambu tersebut.

Kemitraan ini merupakan perluasan dari kerja sama yang sebelumnya sudah terjalin antara Polines dan PDAM, yang kini dikembangkan ke skala internasional untuk menjembatani dunia pendidikan dan industri.

Gandeng Polines & Guizhou, PDAM Semarang Siap Serap Teknologi Olah Limbah

"Pada intinya hari ini kami diundang oleh Polines yang saat ini bekerja sama dengan institusi vokasi di Guizhou, Tiongkok. Kerja sama antara perguruan tinggi dan dunia bisnis ini diaplikasikan melalui kolaborasi tersebut," ujarnya, Rabu (15/7/2026).

Ady menilai inisiatif ini sangat selaras dengan agenda ekspansi PDAM Kota Semarang ke depan. Tidak lama lagi, PDAM dijadwalkan menerima mandat untuk mengoperasikan sistem instalasi pengolahan air limbah (*wastewater treatment*), sekaligus mengembangkan proyek pembangkit listrik tenaga air di kawasan Jatibarang.

"Ini sangat tepat sekali. Kami segera menindaklanjuti kerja sama ini, terutama terkait pengelolaan sumber daya air dan hydropower. Tidak lama lagi kami akan menyusun konsep-konsep kerja sama melalui Polines," imbuhnya.

Melalui kemitraan tripartit ini, pihak PDAM bakal mendapatkan akses kemudahan untuk mengadopsi teknologi yang lebih canggih dari Tiongkok.

Sebagai timbal baliknya, PDAM bersedia menyediakan wadah magang bagi para mahasiswa, baik dari Polines maupun institusi Guizhou, agar mereka bisa terjun langsung mempelajari ekosistem tata kelola air.

"Kami akan menyerap teknologi yang ada. Kemudian jika ada program magang industri dari Polines maupun Guizhou, nantinya akan kami tempatkan di PDAM," ucapnya.

Menurut Ady, poin paling krusial dalam kesepakatan ini adalah alih teknologi. Terlebih lagi, sistem penanganan limbah cair domestik saat ini diakui masih butuh banyak perkuatan dan pembaruan sistem.

"Yang paling penting justru teknologi yang lebih maju karena terus terang kita masih tertinggal, khususnya dalam pengolahan air limbah," ungkapnya.

Harapan ke depannya, penerapan inovasi dari kerja sama ini tidak sekadar mampu menyaring limbah cair kembali menjadi air baku, melainkan bisa memprosesnya lebih jauh hingga aman diproduksi menjadi air minum.

"Pengolahan air limbah itu nantinya bisa menjadi air baku, bahkan dapat diolah menjadi air minum," pungkasnya. (*)

Baca Juga Otomatis

Rekomendasi berdasarkan kategori dan tag berita ini.

Menampilkan semua halaman artikel.

Artikel Selanjutnya

Wajib Tanam "Pohon Cinta", Syarat Nikah Ramah Lingkungan Kemenag Semarang
Semarang • 15 Juli 2026

Wajib Tanam "Pohon Cinta", Syarat Nikah Ramah Lingkungan Kemenag Semarang

Rekomendasi Redaksi