Ia menilai kehadiran tersebut menjadi bukti nyata perhatian pemerintah terhadap masyarakat di pelosok.
“Beliau langsung tanggap dan langsung menuju lokasi sendiri. Ya, alhamdulillah beliau berkenan hadir di dukuh yang sangat terpencil dan pelosok ini. Kami bersyukur sekali," ujarnya.
Kusmanto juga menyebutkan, dalam kunjungan itu, Gus Yasin tidak hanya memberikan bantuan, tetapi turut menawarkan langkah solusi.
Untuk perbaikan atap madrasah, Wagub bahkan langsung berinisiatif membantu dengan menghubungi rekan kontraktor.
Perbaikan tersebut diperkirakan membutuhkan dana sekitar Rp36 juta. Sementara itu, pemerintah desa diminta segera menyiapkan proposal pembangunan kembali masjid.
Ke depan, masjid direncanakan dibangun secara permanen menggunakan konstruksi beton dengan dua lantai. Estimasi biaya pembangunan mencapai Rp3,7 miliar.
"Beliau siap all out membantu untuk mewujudkan masjid baru kembali," tuturnya.
Takmir Masjid, Muhammad Toha, menjelaskan bahwa kebakaran terjadi secara tiba-tiba saat sebagian warga masih tertidur.
“Diduga karena gangguan listrik. Warga tidak mampu memadamkan api, sementara jarak pemadam cukup jauh, sehingga api sudah terlanjur membesar,” katanya.
Hal senada disampaikan Kepala Madrasah Diniyah Raudhatul Ihsan, Sufyani.