Proses penyambutan maupun kegiatan belajar mengajar dipastikan tetap berjalan normal sebagaimana mestinya.
“Tidak ada perbedaan apapun, ketika kita mendapat 3 murid baru pun pembelajaran dan penyambutan kami tetap seperti biasa, kami ingin anak-anak tetap semangat belajar maka kami ciptakan suasana nyaman kepada anak-anak,” ujarnya.
Terkait sepinya pendaftar, Hajar menilai faktor perubahan demografi di wilayah sekitar sekolah turut memberikan andil yang cukup besar.
Saat ini, kawasan perumahan di sekitar area sekolah lebih didominasi oleh penduduk lanjut usia (lansia), sementara keluarga muda atau warga usia produktif terbilang minim.
“Mereka juga banyak berpindah ke perbatasan kota seperti Kendal, Kaliwungu yang banyak perumahan subsidi. Sekolah sekitar juga masih kekurangan siswa jadi tidak mendapat limpahan dari sekolah sekitar,” pungkasnya. (*)