“Kami melihat sekilas memang belum ada spanduk atau poster dipasang untuk penyambutan tamu dari berbagai kota yang akan datang, dan peserta yang nantinya tinggal di Kota Semarang,” katanya.
Ia mendorong penyelenggara memanfaatkan ruang yang tersedia untuk mengenalkan berbagai potensi daerah, termasuk sektor pariwisata, UMKM, dan kuliner.
“Dengan memanfaatkan ruang yang meski terbatas bisa memberikan promosi ataupun pengenalan potensi daerah, seperti berbagai wisata religi, UMKM, dan kuliner khas di Kota Semarang,” imbuhnya.
Persiapan kantong parkir juga menjadi perhatian DPRD. Mualim meminta Pemkot mengantisipasi lonjakan kedatangan tamu selama rangkaian MTQ Nasional berlangsung.
Menurutnya, juru parkir turut memiliki peran dalam memberikan pelayanan kepada tamu. Selain membantu mengatur kendaraan, mereka diharapkan dapat memberikan pelayanan dengan sikap yang ramah.
“Ketersediaan kantong parkir untuk tamu perlu diantisipasi. Dan yang penting adalah memberikan jukir yang membantu parkir tamu untuk diberikan pesan agar membantu dengan ramah,” ujarnya.
Aspek kebersihan dan keamanan juga diminta mendapat perhatian selama penyelenggaraan. DPRD berharap seluruh peserta dan tamu dapat mengikuti rangkaian kegiatan dengan rasa aman dan nyaman.
“Selain kebersihan lingkungan harus dijaga, jangan sampai ada gangguan keamanan dan kenyamanan selama lomba. Kami berharap semuanya aman dan nyaman tidak ada hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Mualim.
Mualim menilai MTQ Nasional XXXI dapat menjadi kesempatan bagi Kota Semarang untuk menunjukkan kualitas pelayanan sebagai tuan rumah. Menurutnya, kesan yang dibawa pulang para tamu turut memengaruhi citra daerah.
Ia mengingatkan, persoalan kecil terkait keamanan maupun pelayanan dapat dengan cepat menjadi perhatian masyarakat, terutama melalui media sosial.