“Jujur saya kecewa dan jengkel. Kok sampai terjadi seperti itu. Tapi saya juga kaget karena ada surat yang isinya permintaan maaf,” ujarnya.
Pilus menyebut permintaan maaf tersebut justru menimbulkan pertanyaan. Sebab, sebelum motor Benny dicuri, pelaku diduga telah melakukan percobaan pencurian sepeda motor di kawasan Dondong, Kelurahan Wonosari.
Dalam kejadian tersebut, pelaku disebut gagal membawa kabur kendaraan setelah terjatuh ke selokan. Warga yang mengetahui kejadian itu kemudian melakukan pengejaran hingga pelaku melarikan diri.
Pelaku diduga melarikan diri ke arah utara menuju Krajan Mangkang Wetan. Dalam pelarian, ia disebut sempat membuang helm kuning bertuliskan Maxim serta jaket berwarna biru.
Tidak lama setelah itu, pelaku diduga mengambil sepeda motor milik Benny yang terparkir di depan rumah Gilang.
Rangkaian kejadian tersebut membuat Pilus mempertanyakan alasan pelaku menyebut perbuatannya sebagai kekhilafan, terlebih setelah kendaraan dikembalikan.
“Bingung juga. Kok minta maaf kepada saya dan mengembalikan motor. Kalau sudah dikembalikan, selanjutnya tergantung pemilik dan polisi, apakah ada keringanan atau tidak,” katanya.
Pilus juga mengatakan keluarga terduga pelaku sempat mendatangi dirinya untuk menyampaikan permintaan maaf. Orang tua terduga pelaku bahkan disebut memiliki niat untuk mengembalikan sepeda motor tersebut.
Namun, Pilus meminta agar pengembalian kendaraan dilakukan melalui prosedur yang tepat, yakni diserahkan kepada pihak kepolisian.
“Saya bilang kalau mau mengembalikan, ya ke kantor polisi. Kok malah ke saya. Hehe, ini kan lucu,” ucapnya. (*)