KONTENSEMARANG.COM — Peluang pelaku UMKM Kota Semarang untuk memperluas pasar ke luar negeri kembali terbuka melalui program Semarang Rise 2026.
Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Semarang mempertemukan pelaku usaha lokal dengan calon buyer dari berbagai negara dalam puncak kegiatan di Hotel Gumaya, Rabu (26/8/2026).
Pertemuan tersebut tidak sekadar menjadi ajang promosi produk. Para pelaku UMKM juga mendapat kesempatan menjajaki kerja sama perdagangan dengan calon pembeli dari mancanegara.
Puncak program ditandai dengan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) antara pelaku UMKM Kota Semarang dan sejumlah calon buyer asing. Perwakilan pasar yang hadir antara lain berasal dari Mesir, kawasan Timur Tengah, dan India.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Semarang Margaritha Mita Dewi Sopa mengatakan Semarang Rise 2026 menjadi bagian dari strategi pemerintah kota untuk meningkatkan kapasitas UMKM sekaligus membuka akses mereka ke pasar internasional.
"Ini merupakan rangkaian puncak dari program Semarang Rise 2026 dalam rangka mendukung program Waras Ekonomi Kota Semarang. Tujuannya agar teman-teman UMKM bisa naik kelas dan berhasil menembus pasar ekspor global," ujar Mita.
Menurut Mita, peserta Semarang Rise 2026 tidak langsung dibawa ke tahap promosi dan penjajakan pasar.
Mereka terlebih dahulu mengikuti serangkaian proses untuk memastikan produk dan kemampuan bisnisnya lebih siap bersaing di tingkat global.
Program yang berlangsung sejak Juni hingga Agustus 2026 itu mencakup sosialisasi, kurasi, pengumuman peserta, penguatan kolaborasi pentahelix, hingga inkubasi bagi UMKM terpilih.
Sebanyak 100 UMKM mengikuti rangkaian program tersebut. Peserta terbagi menjadi 50 UMKM kuliner dan 50 pelaku usaha yang bergerak di bidang kerajinan atau craft.