Konten Semarang
Semarang

Pakuwon Gunakan Soldier Pile untuk Stabilkan Tanah Gombel

Pakuwon menggunakan teknologi soldier pile untuk menjaga stabilitas lereng di Gombel Lama selama proses pematangan lahan.

Rapat Dengar Pendapat (RDP) Pakuwon bersama Komisi C DPRD Kota Semarang dan Dinas Penataan Ruang (Distaru) Kota Semarang pada Rabu, 17 Juni 2026.
Rapat Dengar Pendapat (RDP) Pakuwon bersama Komisi C DPRD Kota Semarang dan Dinas Penataan Ruang (Distaru) Kota Semarang pada Rabu, 17 Juni 2026.

KONTENSEMARANG.COM - Pakuwon terus melanjutkan proses pengembangan kawasan terpadu di Gombel Lama, Semarang. Dalam tahap awal proyek tersebut, Pakuwon mengandalkan teknologi soldier pile sebagai bagian dari upaya menjaga kestabilan tanah di kawasan yang dikenal memiliki kerentanan terhadap pergerakan lereng.

Penggunaan soldier pile menjadi salah satu fokus utama dalam pekerjaan pematangan lahan yang saat ini tengah berlangsung. Menurut manajemen proyek, pekerjaan yang dilakukan masih berada pada tahap persiapan dan belum memasuki pembangunan fisik gedung.

General Manager Project High Rise Pakuwon, Paulus Louw, menjelaskan bahwa tahapan pematangan lahan memiliki peran sangat penting sebelum pembangunan kawasan dilakukan. Hal itu karena lokasi proyek berada di area yang memiliki karakteristik tanah yang rentan terhadap pergerakan.

Paulus menuturkan bahwa seluruh proses yang dijalankan mendapat pendampingan dari para ahli yang memiliki kompetensi di bidangnya. Berdasarkan rekomendasi teknis yang diberikan, penggunaan teknologi penahan tanah pada proyek Pakuwon menjadi salah satu langkah utama untuk menjaga keamanan dan stabilitas kawasan.

Ia menjelaskan bahwa teknologi soldier pile diterapkan untuk membantu mempertahankan kestabilan lereng di sekitar area pekerjaan. Sistem tersebut dirancang agar mampu mengurangi potensi pergerakan tanah selama proses pengembangan berlangsung.

Dalam pelaksanaannya, Pakuwon akan memasang tujuh lapis soldier pile dengan diameter tiang mencapai 1 meter hingga 1,2 meter. Adapun panjang tiang bor yang digunakan berkisar antara 30 hingga 40 meter.

Menurut Paulus, pemasangan struktur tersebut merupakan bagian dari strategi teknis yang telah disusun berdasarkan kajian para ahli. Dengan sistem tersebut, stabilitas tanah di sekitar area proyek diharapkan dapat lebih terjaga.

Ia menegaskan bahwa soldier pile bukan merupakan pondasi bangunan. Struktur tersebut berfungsi sebagai penahan tanah agar area di sekitar lokasi pengembangan tidak mengalami pergerakan yang dapat menimbulkan dampak terhadap lingkungan sekitar.

Melalui penerapan teknologi tersebut, perusahaan berharap risiko pergeseran tanah dapat ditekan sehingga potensi keretakan rumah warga di sekitar lokasi proyek juga dapat diminimalkan.

Di sisi lain, Paulus menyampaikan bahwa proses pematangan lahan kawasan terpadu Semarang ditargetkan selesai pada akhir tahun 2026. Setelah tahapan tersebut rampung, pembangunan kawasan akan dilanjutkan sesuai jadwal yang telah disusun.

Baca Juga Otomatis

Rekomendasi berdasarkan kategori dan tag berita ini.

Halaman 1 dari 2

Artikel Selanjutnya

PMII Semarang Pasang Ultimatum: Respons Tuntutan atau Hadapi Aksi Lebih Besar
Semarang • 18 Juni 2026

PMII Semarang Pasang Ultimatum: Respons Tuntutan atau Hadapi Aksi Lebih Besar

Rekomendasi Redaksi