Jawa Tengah juga menjadi wilayah transit bagi pemudik yang melanjutkan perjalanan menuju Jawa Timur maupun Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan berbagai kerawanan, mulai dari kemacetan lalu lintas, kecelakaan, kepadatan di rest area, hingga gangguan keamanan.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama instansi terkait menyiapkan berbagai langkah pendukung, seperti pembentukan posko terpadu, patroli di titik rawan kemacetan, serta penambahan CCTV dan rambu lalu lintas portable.
Selain itu, dilakukan ramp check kendaraan di terminal serta penyediaan program mudik dan balik rantau gratis menggunakan kereta api dan bus bagi masyarakat.
Di sektor kesehatan, pemerintah juga menyiapkan 369 rumah sakit, 883 puskesmas, empat Balkesmas, satu Balai Kesehatan PAK Provinsi, 430 klinik utama, serta 2.067 klinik pratama untuk mendukung layanan kesehatan selama periode Lebaran.
Sementara itu, Kapolda Jawa Tengah Irjen Ribut Hari Wibowo mengatakan pihaknya bersama instansi terkait juga menyiapkan berbagai layanan tambahan untuk mendukung keamanan dan kenyamanan pemudik.
Salah satunya melalui program valet and ride bagi pemudik sepeda motor dari wilayah Brebes menuju Semarang.
“Program valet and ride ini disiapkan untuk membantu pemudik roda dua. Kendaraannya akan diangkut menggunakan towing sementara pemudik diangkut menggunakan bus menuju Semarang,” ujarnya.
Program tersebut diharapkan dapat menekan risiko kecelakaan akibat kelelahan, terutama bagi pemudik sepeda motor yang menempuh perjalanan jarak jauh.
Selain itu, puluhan posko mudik juga disiagakan di sepanjang jalur utama di Jawa Tengah yang melibatkan berbagai instansi, seperti TNI, Dinas Perhubungan, Jasa Raharja, Basarnas, hingga BPBD untuk memberikan layanan terpadu kepada masyarakat selama perjalanan mudik. (*)