Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares menjelaskan, kegiatan pembagian beras dan pasar murah tersebut tidak menggunakan anggaran dinas, melainkan bersumber dari dana yang dihimpun melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di masing-masing OPD.
"Tujuan kita adalah supaya ketersediaan pangan itu bisa terjamin, juga harganya juga terjangkau oleh masyarakat," katanya.
Salah satu penerima bantuan, Arso, mengaku bersyukur atas bantuan beras yang diterimanya.
Ia mengatakan bantuan tersebut sangat membantu, terutama menjelang Lebaran ketika harga kebutuhan pokok cenderung meningkat.
Penghasilannya sebagai tukang parkir dan pekerja serabutan, menurutnya, sering kali tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari, terlebih ia masih harus membiayai anak yang sedang menempuh pendidikan.
"Bahagia. Maturnuwun sanget, membantu sekali. Sehari kadang cuma dapat Rp100-150 ribu, itu pun dipotong setoran, dicukup-cukupin. Anak juga masih sekolah dan kuliah," ujar warga Ungaran tersebut. (*)