Hingga awal November, 2.267 titik telah terealisasi atau 70,22 persen, dengan sebagian besar dikelola mitra swasta, serta beberapa oleh Polri, TNI, pondok pesantren, BUMB Pemalang, dan Pemda Pati. Di Kota Salatiga sendiri, baru tersedia 12 dari target 22 titik.
Selain pemantauan suplai dan keamanan pangan, Pemprov juga mengedukasi masyarakat tentang pola makan B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, Aman) serta kampanye Stop Boros Pangan.
Komitmen ini diperkuat dengan pembentukan Satgas Percepatan MBG di 15 kabupaten/kota serta pemanfaatan lahan melalui mekanisme pinjam pakai di 134 titik.
Dari sisi keamanan, 323 titik SPPG telah memperoleh Sertifikasi Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Luthfi menegaskan seluruh pelaksana MBG wajib memiliki Sertifikasi Laik Higiene Kesehatan (SLHK) agar petugas gizi mendapat pelatihan sesuai standar dinas kesehatan.
“Dengan sertifikasi ini, kita memastikan kualitas layanan MBG tetap terjaga dan mencegah insiden negatif,” jelasnya.
Untuk menampung aspirasi masyarakat, Pemprov Jateng membuka posko pengaduan MBG melalui hotline 0811-2622-000 dan Call Center JNN di 150945.