Pemerintah Kabupaten Alor berharap riset mengenai ALaDin dapat terus dikembangkan. Dengan begitu, fenomena alam tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi kepentingan penelitian, tetapi juga dapat menciptakan nilai tambah bagi sektor pariwisata sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat.
Kontribusi UNDIP dalam melakukan penelitian sekaligus memperkenalkan Festival ALaDin turut mendapatkan respons positif dari masyarakat adat Alor.
Perwakilan tetua adat menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada UNDIP atas perhatian serta kontribusinya dalam mengkaji fenomena Air Laut Dingin.
Penelitian tersebut dinilai memberikan sudut pandang baru terhadap kekayaan alam Alor sekaligus membantu mengenalkan ALaDin secara lebih luas.
Bagi masyarakat Alor, fenomena ALaDin memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar peristiwa alam.
Fenomena tersebut dipandang sebagai bagian dari kekayaan dan identitas wilayah yang memiliki peluang untuk dikembangkan secara berkelanjutan dengan tetap menjaga budaya serta kearifan lokal.
Pengelolaan potensi tersebut membutuhkan sinergi berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi, pemerintah daerah, masyarakat adat dan pelaku sektor pariwisata. Kolaborasi dinilai penting agar pengembangan ALaDin tetap dilakukan secara bertanggung jawab.
Mewakili Rektor UNDIP, Wakil Rektor Sumber Daya Manusia, Teknologi Informasi, Hukum dan Organisasi UNDIP Prof. Dr. Adian Fatchur Rochim, S.T., M.T. menegaskan komitmen kampus sebagai universitas riset untuk menghasilkan inovasi yang dapat memberikan dampak langsung kepada masyarakat.
“UNDIP sebagai universitas riset yang unggul terus berupaya menyumbangkan dan mengembangkan inovasi yang bermanfaat dan berdampak bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, hasil penelitian perguruan tinggi tidak seharusnya hanya berakhir pada pencapaian akademik. Riset juga perlu diarahkan agar dapat memberikan solusi terhadap kebutuhan masyarakat serta mendukung proses pembangunan di daerah.