KONTENSEMARANG.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Biro Umum Sekretariat Daerah (Setda) mengembangkan Aplikasi Mangayubagya untuk mempermudah manajemen pelayanan tamu yang hendak melakukan audiensi dengan Gubernur Jawa Tengah.
Mangayubagya merupakan akronim dari Manajemen Pelayanan Tamu Gubernur Nyaman dan Prasaja. Pengembangan aplikasi tersebut dilakukan oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha dan Rumah Tangga Gubernur Setda Provinsi Jateng, Ito Marzuki Yulianto, sebagai bagian dari proyek perubahan yang diciptakan.
Ito menjelaskan, gagasan pengembangan aplikasi tersebut berawal dari banyaknya masyarakat, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta stakeholder terkait yang mengajukan permohonan audiensi kepada Gubernur Jawa Tengah.
Sebelum aplikasi tersedia, proses pengajuan masih dilakukan secara manual. Pemohon harus mengirimkan surat permohonan secara langsung ke kantor. Kondisi tersebut dinilai kurang efektif dan efisien, terutama dari sisi waktu serta kemudahan akses pelayanan.
“Kondisi tersebut dinilai kurang efektif dan efisien, khususnya dari sisi waktu dan kemudahan akses pelayanan,” kata Ito di Semarang pada Minggu, 20 September 2026.
Menurut dia, proses monitoring dan pembaruan permohonan juga sebelumnya masih dilakukan secara manual. Akibatnya, data terkait audiensi, mulai dari tamu yang diterima, foto, hingga tindak lanjut audiensi, tidak selalu terekap dengan baik.
Kondisi tersebut dapat membuat proses pencarian data menjadi lebih lama ketika informasi mengenai audiensi sewaktu-waktu dibutuhkan.
Melalui aplikasi pelayanan tamu gubernur Jawa Tengah Mangayubagya, masyarakat maupun pemohon lainnya kini dapat mengajukan permohonan audiensi melalui aplikasi tanpa harus hadir secara langsung ke kantor.
Selain pengajuan, perkembangan permohonan juga dapat dipantau melalui aplikasi. Dengan demikian, proses monitoring dan pembaruan status permohonan dapat dilakukan secara digital.
“Tamu yang diterima, foto dan tindaklanjut audiensi terekap secara digital,” kata Ita.