Konten Semarang
Semarang

Perubahan APBD Semarang Defisit Rp219,2 Miliar, Agustina Jelaskan Penyebabnya

Perubahan APBD Semarang mencatat defisit Rp219,21 miliar akibat penyesuaian asumsi pendapatan dan SILPA berdasarkan rekomendasi BPK.

Perubahan APBD Semarang Defisit Rp219,2 Miliar, Agustina Jelaskan Penyebabnya
Perubahan APBD Semarang Defisit Rp219,2 Miliar, Agustina Jelaskan Penyebabnya

KONTENSEMARANG.COM – Pemerintah Kota Semarang bersama DPRD Kota Semarang menyepakati perubahan Kebijakan Umum Anggaran dan Perubahan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD Tahun Anggaran 2026.

Dalam perubahan tersebut, struktur APBD Kota Semarang mencatat defisit sebesar Rp219,21 miliar. Pendapatan daerah ditetapkan Rp5.702.446.314.976, sedangkan belanja daerah mencapai Rp5.921.660.066.162.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mengatakan, perubahan anggaran dilakukan untuk menyesuaikan sejumlah asumsi yang digunakan saat APBD 2026 ditetapkan pada November 2025.

"Perubahan anggaran ini dilakukan karena rekomendasi dari BPK RI dan adanya beberapa penyesuaian terhadap asumsi yang terjadi pada saat penetapan kita November 2025," kata Agustina usai mengikuti Paripurna DPRD Kota Semarang, Senin (28/9).

Ia menjelaskan, salah satu perubahan berkaitan dengan proyeksi Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) yang ternyata berbeda dari perhitungan awal setelah APBD mulai berjalan.

"Mulai semester pertama tahun 2026 baru ketahuan bahwa SILPA kita jauh dari yang direncanakan. Ternyata penyerapan prosesnya lebih bagus, sehingga prediksi SILPA-nya berubah," jelasnya.

Baca Juga
Teguh Subroto Resmi Pimpin DPD Aslinmas Jawa Tengah
Regional • 30 September 2026

Perubahan proyeksi tersebut kemudian menjadi salah satu hal yang perlu dikoreksi Pemkot Semarang sesuai rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.

"Ini juga yang menjadi rekomendasi dari BPK, sehingga ini harus dikoreksi," ujarnya.

Menurut Agustina, perubahan pada kemampuan pendapatan daerah turut memengaruhi besaran belanja. Karena itu, penyesuaian dilakukan agar kondisi keuangan daerah tetap terkendali.

"Kalau pendapatannya berkurang, berarti belanjanya juga harus dikurangi supaya kondisi APBD-nya tetap berimbang," tegasnya.

Selain menyesuaikan struktur pendapatan dan belanja, Pemkot Semarang juga melakukan perubahan terhadap sejumlah program yang telah direncanakan sebelumnya. Salah satunya menyangkut pengadaan pakaian Linmas di lingkungan Satpol PP.

Agustina menyebut, rencana pengadaan pakaian Linmas tersebut sebelumnya muncul dalam pembahasan APBD 2026 setelah adanya permintaan dari Badan Anggaran DPRD Kota Semarang.

"Waktu perencanaan tahun 2026 itu ada permintaan dari Banggar untuk kita mulai mengganti baju Linmas yang berada di Satpol PP," ungkapnya.

Dalam perkembangan pembahasan anggaran, sebagian dana tersebut kemudian dialihkan untuk mendukung program literasi melalui penambahan kategori lomba menulis cerita pendek bagi pelajar SMA.

"50 persen sisa anggarannya kita kirimkan ke Arsip untuk menambah satu kategori lomba menulis cerita pendek yang khusus SMA," katanya.

Penambahan kategori SMA dilakukan karena lomba menulis cerita pendek sebelumnya hanya diperuntukkan bagi peserta tingkat SD, SMP, dan umum.

"Ini juga permintaan dari kawan-kawan SMA karena waktu itu kategorinya hanya tiga, SD, SMP, kemudian umum," ujarnya.

Dengan perubahan tersebut, lomba menulis cerita pendek kini mencakup empat kategori peserta, yakni SD, SMP, SMA, dan umum.

Pemkot Semarang juga menyiapkan anggaran untuk pelaksanaan coaching clinic. Program ini ditujukan untuk memberikan pendampingan kepada peserta agar dapat meningkatkan kemampuan dalam menulis cerita pendek.

"Proses coaching clinic ini sangat penting di dalam membuat cerita pendek bagi anak-anak. Ini malah tidak ada. Maka kita adakan coaching clinic-nya dan ditambahkan satu kategori," tuturnya. (*)

Baca Juga Otomatis

Rekomendasi berdasarkan kategori dan tag berita ini.

Menampilkan semua halaman artikel.

Artikel Selanjutnya

Pemkot Semarang Jamin Keamanan Data Pengguna Aplikasi SDG’s
Semarang • 30 September 2026

Pemkot Semarang Jamin Keamanan Data Pengguna Aplikasi SDG’s

Rekomendasi Redaksi