KONTENSEMARANG.COM - Penurunan debit air di Bendungan Kalidoh, Bergas, Kabupaten Semarang, membuat Perumda PDAM Tirta Moedal Kota Semarang menerapkan pola distribusi air secara bergilir di sejumlah wilayah.
Kebijakan tersebut dilakukan untuk menjaga ketersediaan pasokan bagi pelanggan di tengah kondisi kemarau panjang yang masih berlangsung.
Kepala Bagian Produksi I PDAM Tirta Moedal, Agung Purwantoro, menjelaskan debit air dari sumber tersebut mengalami penurunan sekitar 143 liter per detik dari kondisi normal.
“Sumber airnya memang dari Bendungan Kalidoh Kabupaten Semarang yang seharusnya memiliki kapasitas 460 liter per detik. Turun 143 liter per detik atau sekitar 25 persen dibandingkan kondisi normal,” jelas Agung di Kantor Pusat PDAM Tirta Moedal, Jalan Kelud Raya, Rabu (16/9/2026).
Agung menyebut kondisi musim kemarau menjadi salah satu faktor yang memengaruhi berkurangnya debit air. Menurunnya ketersediaan air baku membuat PDAM perlu melakukan penyesuaian terhadap pola distribusi supaya pelayanan tetap berjalan.
Jika sebelumnya pelanggan bisa memperoleh aliran air selama 24 jam, kini distribusi dilakukan berdasarkan jadwal yang telah ditentukan. Sistem 12 jam dipilih agar masyarakat tetap memperoleh pasokan air setiap hari.
“Jadi kami terapkan giliran air, hanya mengalir 12 jam sehari dari sebelumnya mengalir nonstop 24 jam,” ujarnya.
Menurut Agung, penerapan distribusi bergilir bukan berarti pelayanan kepada pelanggan dihentikan. Langkah tersebut merupakan upaya untuk mengatur penggunaan debit yang tersedia secara lebih efektif.
“Langkah ini sebagai upaya optimalisasi distribusi agar debit yang tersedia tetap dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin dan pelayanan pelanggan tetap berjalan,” katanya.
Sebelumnya, PDAM juga telah menyiapkan alternatif distribusi setiap dua hari sekali apabila kondisi debit semakin menurun. Namun, berdasarkan evaluasi tim teknis di lapangan, kondisi sumber air saat ini masih memungkinkan pemberian pasokan setiap hari.
“Setelah dilakukan evaluasi dan pengoptimalan oleh tim teknik di lapangan, saat ini kami dapat menerapkan pola aliran selama 12 jam, sehingga pelanggan tetap memiliki kesempatan mendapatkan air setiap hari,” jelas Agung.
Untuk sementara, pola distribusi tersebut diterapkan di sejumlah wilayah Semarang Selatan. Wilayah 1 yang mencakup Jatingaleh, Carikan, Jatiluhur, Jangli Perbalan, Saptamarga, Tamtama, dan Brigif memperoleh aliran air mulai pukul 07.00 hingga 19.00 WIB.
Sedangkan Wilayah 2 yang meliputi Karangrejo Selatan dan Kampung Pentul mendapatkan aliran air mulai pukul 19.00 hingga 07.00 WIB.
“Pola ini merupakan bagian dari pengoptimalan sistem distribusi agar suplai air tidak berhenti secara bersamaan di seluruh wilayah,” terang Agung.
Kepala Humas PDAM Tirta Moedal, Mayang Charisma, menambahkan bahwa sumber air tersebut masih memiliki debit dan belum mengalami kekeringan. Meski demikian, penurunan debit yang cukup besar membuat diperlukan pengaturan secara teknis.
PDAM terus menyesuaikan debit, tekanan, serta pola distribusi di jaringan supaya ketersediaan air yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal.
“Kami juga terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap kondisi sumber air, termasuk sumber yang terdampak pada aliran Bendungan Kalidoh dari sumber mata air di Kabupaten Semarang,” kata Mayang.
Mayang menegaskan bahwa pemberlakuan distribusi air secara bergilir hanya dilakukan untuk sementara waktu. Evaluasi akan terus dilakukan dan pola distribusi dapat kembali disesuaikan apabila debit sumber meningkat serta kondisinya mulai stabil.
“Prinsip kami adalah mengoptimalkan setiap debit air yang tersedia untuk menjaga keberlangsungan pelayanan kepada pelanggan,” ujarnya.
Di sisi lain, PDAM mengimbau pelanggan untuk menghemat penggunaan air selama musim kemarau. Masyarakat yang berada di wilayah terdampak juga diminta memanfaatkan waktu saat aliran tersedia untuk menampung air secukupnya.
“Kami tetap mengimbau pelanggan untuk menggunakan air secara bijak dan memanfaatkan waktu ketika aliran tersedia untuk melakukan penampungan atau menandon air secukupnya,” tegas Mayang.
Selain mengatur jadwal distribusi, PDAM Tirta Moedal juga menyiapkan bantuan air melalui tangki bagi pelanggan yang terdampak. Penyaluran bantuan akan disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi di lapangan.
“Memang kadang bantuan tangki air ini harus menunggu dulu beberapa waktu agar pasokan air bisa dimanfaatkan sebaik mungkin oleh masyarakat seluruhnya,” pungkasnya. (*)