KONTENSEMARANG.COM – DPRD Kota Semarang bersama Pemerintah Kota Semarang menyepakati Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 untuk ditetapkan sebagai Peraturan Daerah (Perda). Persetujuan tersebut dilakukan dalam Rapat Paripurna di Gedung DPRD Kota Semarang, Rabu (30/9/2026).
Pengesahan Perda Perubahan APBD 2026 menjadi dasar bagi Pemkot Semarang untuk menjalankan sejumlah program yang telah disesuaikan dalam perubahan anggaran.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menyampaikan apresiasi atas respons DPRD yang dinilai cepat dalam membahas usulan perubahan anggaran tersebut.
Menurut Agustina, setelah perubahan APBD resmi disahkan, perhatian pemerintah dan legislatif kini diarahkan pada pelaksanaan program. Ia menegaskan penggunaan anggaran harus benar-benar memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.
“Kami berterima kasih kepada DPRD yang sangat cepat merespons permintaan perubahan anggaran, dan sekarang sudah menjadi Perda, tinggal jalan. Ini berarti sekarang kita bersama-sama memastikan bahwa program yang sudah diubah itu diawasi dan sampai ke masyarakat secara tepat sasaran. Tidak hanya berkegiatan dan mengejar serapan, tetapi juga memberi manfaat,” kata Agustina usai Rapat Paripurna.
Salah satu kebutuhan yang masuk dalam prioritas perubahan anggaran yakni dukungan sarana bagi Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas). Pemkot Semarang mulai menyiapkan pengadaan seragam baru untuk para anggota Linmas yang bertugas di berbagai wilayah.
Rencana tersebut disampaikan Agustina setelah dirinya memimpin Apel Satlinmas. Karena jumlah personel Linmas di Kota Semarang mencapai sekitar 6.500 orang, pengadaan seragam tidak dilakukan sekaligus, tetapi disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.
“Di perubahan anggaran ini salah satu prioritasnya adalah pengadaan seragam untuk linmas. Katanya baru sebagian karena anggarannya belum cukup, nah nanti tahun depan akan kita selesaikan seluruhnya untuk total 6.500 anggota,” paparnya.
Selain pemenuhan kebutuhan seragam, Pemkot Semarang juga menyiapkan langkah untuk meningkatkan kesejahteraan anggota Linmas. Peran mereka dinilai semakin penting dalam membantu menjaga ketenteraman dan keamanan masyarakat di tingkat lingkungan.
Hal tersebut sejalan dengan momentum pengukuhan Satlinmas secara nasional yang berlangsung di Jawa Tengah. Agustina menilai peningkatan tugas dan tanggung jawab Linmas perlu diikuti dengan perhatian terhadap kesejahteraan para anggotanya.
Ia pun meminta Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) menghitung rencana kenaikan insentif Linmas pada APBD 2027. Besaran insentif yang saat ini diberikan sebesar Rp1 juta per tahun diusulkan meningkat menjadi Rp2 juta per tahun.
“Tugas Linmas ini makin bertambah dan bermanfaat bagi masyarakat. Proses penambahan honor atau insentif ini sudah lama sekali tidak naik, nah sudah waktunya ditambah. Nanti di tahun 2027 saya minta TAPD menghitung kemungkinan insentif dinaikkan dari Rp1 juta menjadi Rp2 juta per tahun. Saya kira ini sangat penting untuk mengapresiasi pengabdian mereka,” pungkasnya. (*)