KONTENSEMARANG.COM — Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mendorong pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) melalui program Kempling Semar agar diperluas dan lebih rutin hingga tingkat RW.
Langkah tersebut diharapkan dapat semakin mendekatkan masyarakat dengan bahan pangan berkualitas yang dijual dengan harga terjangkau.
Selain itu, program ini menjadi salah satu upaya menjaga kestabilan harga dan ketersediaan pangan di Kota Semarang.
Agustina menyampaikan hal tersebut saat mengikuti pelaksanaan GPM Serentak melalui Kempling Semar di Kecamatan Banyumanik, Senin (31/8/2026). Kegiatan itu sekaligus menjadi penutup rangkaian GPM tingkat RW selama Agustus 2026.
“Harapannya kegiatan pangan murah ini tidak berhenti pada hari ini saja, tetapi tetap berlanjut dan konsisten sepanjang tahun,” kata Agustina.
Dalam dialog daring bersama perwakilan dari 16 kecamatan, Agustina mendapatkan gambaran mengenai tingginya permintaan sejumlah komoditas pokok. Beras dan telur tercatat sebagai bahan pangan yang paling cepat habis.
Temuan tersebut akan menjadi bahan evaluasi dalam mengatur pasokan sekaligus menentukan frekuensi pelaksanaan GPM di berbagai wilayah.
“Jika memungkinkan, frekuensinya bisa ditingkatkan, paling tidak sepekan sekali. Semakin sering digelar, tentu manfaatnya akan semakin dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.
Program Kempling Semar dilaksanakan setiap hari dengan sistem bergiliran dari satu kampung ke kampung lainnya. Pelaksanaannya melibatkan Pemkot Semarang bersama distributor pangan dan pengurus wilayah di tingkat lokal.
Data Januari hingga Agustus 2026 mencatat GPM telah digelar di 1.085 titik di Kota Semarang dengan nilai omzet mencapai Rp5,013 miliar.