Ia menambahkan, Pemprov Jateng terus membuka ruang bagi UMKM untuk naik kelas, termasuk melalui pendampingan karantina.
“Kita punya banyak komoditas, termasuk ikan cupang, bawang merah, sarang burung walet, ikan, dan lainnya. Semuanya punya daya saing,” jelasnya.
Dukungan tersebut juga diperkuat dengan kondisi keamanan yang kondusif, sehingga investasi dan ekspor dapat berjalan lancar.
Berkat stabilitas itu, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada Triwulan III 2025 mencapai 5,37 persen (yoy), lebih tinggi dari rata-rata nasional yang berada di angka 5,04 persen.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Abdul Haris, menekankan perlunya mengubah persepsi masyarakat terkait ekspor.
“Banyak warga yang ingin ekspor tetapi takut duluan karena merasa prosesnya ribet. Ini salah persepsi. Karantina dan Bea Cukai harus mendekat ke masyarakat,” tegasnya.