Konten Semarang
Regional

Bawa Investor Asing, IOA Global Bidik Manufaktur dan Vokasi Jateng

IOA Global Singapura jajaki investasi manufaktur berteknologi tinggi dan pendidikan vokasi di Jateng. Pemprov siap fasilitasi izin & SDM.

Bawa Investor Asing, IOA Global Bidik Manufaktur dan Vokasi Jateng
Bawa Investor Asing, IOA Global Bidik Manufaktur dan Vokasi Jateng

Berbekal rekam jejak keluarganya yang telah mendirikan dan mengelola sekitar 120 sekolah serta perguruan tinggi di Xiamen, Daryl optimis kerja sama pendidikan seperti pertukaran dosen dan mahasiswa dengan universitas di Jawa Tengah dapat segera direalisasikan.

“Saya kira kerja sama pendidikan akan membawa kedua wilayah ke tingkat yang lebih tinggi. Pendidikan ini juga merupakan rencana jangka panjang yang bisa dilakukan oleh kedua wilayah,” katanya.

Secara umum, pihak IOA Global menganggap Jawa Tengah memiliki fondasi investasi yang sangat kompetitif berkat dukungan infrastruktur, kawasan industri terpadu, serta iklim bisnis yang sehat.

Pandangan serupa disampaikan oleh Chief Executive IOA Global Pte Ltd, Razali Ramli, yang menyoroti faktor kedekatan sosiokultural antara masyarakat Jawa Tengah dan para pelaku bisnis asal Fujian.

“Karena itu, saya rasa budayanya memiliki banyak persamaan. Jadi, lebih mudah bagi masyarakat ataupun pengusaha dari Provinsi Fujian untuk datang ke sini karena terdapat elemen-elemen yang lebih mereka pahami dibandingkan daerah lain di Indonesia,” kata Razali.

Merespons minat tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menjamin penuh keamanan, kemudahan, dan pendampingan izin bagi seluruh calon investor.

Pemprov Jateng bahkan telah menyiapkan sejumlah opsi Kawasan Industri maupun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan korporasi.

Luthfi menggarisbawahi pentingnya investasi padat karya untuk menekan angka pengangguran. Guna memenuhi kebutuhan tenaga kerja yang terampil, Pemprov Jateng telah menyiagakan ekosistem pendidikan melalui keberadaan hampir 1.500 sekolah vokasi, politeknik, serta Balai Latihan Kerja (BLK) yang terhubung langsung dengan standar industri.

“BLK kita ini untuk menjamin keterampilan tenaga kerja agar bisa diterima di perusahaan,” ujar dia.

Sebagai catatan, Singapura merupakan salah satu pilar utama investasi di Jawa Tengah. Merujuk pada data Pemprov Jateng, Singapura menjadi investor terbesar kedua dengan total realisasi mencapai Rp32,158 triliun sejak 2022 hingga Triwulan I 2026. 

Baca Juga Otomatis

Rekomendasi berdasarkan kategori dan tag berita ini.

Halaman 2 dari 3

Artikel Selanjutnya

Lahan Tidur 57 Ha Banjarnegara Disulap Jadi Sentra Pertanian Terpadu
Regional • 14 Juli 2026

Lahan Tidur 57 Ha Banjarnegara Disulap Jadi Sentra Pertanian Terpadu

Rekomendasi Redaksi