Konten Semarang
Pendidikan

Bunda Literasi Jateng Dorong Kehadiran Buku Bacaan di Bus Trans Jateng

Bunda Literasi Jateng mengusulkan buku bacaan di Bus Trans Jateng untuk memperluas akses dan meningkatkan minat baca masyarakat.

Bunda Literasi Jateng Dorong Kehadiran Buku Bacaan di Bus Trans Jateng
Bunda Literasi Jateng Dorong Kehadiran Buku Bacaan di Bus Trans Jateng

KONTENSEMARANG.COM — Bunda Literasi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, mendorong pemerintah menyediakan buku bacaan di Bus Rapid Transit (BRT) Trans Jateng. Gagasan tersebut dinilai dapat menjadi salah satu cara memperluas akses literasi sekaligus meningkatkan minat baca masyarakat di ruang publik.

Usulan itu disampaikan Nawal dalam peluncuran Festival Literasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di Mall Uptown, Kota Semarang, Jumat (11/9/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen, sejumlah kepala daerah kabupaten/kota, serta Bunda Literasi dari berbagai daerah di Jawa Tengah.

Nawal menilai tingginya jumlah penumpang Trans Jateng dapat dimanfaatkan untuk mendekatkan bahan bacaan kepada masyarakat selama perjalanan.

"Trans Jateng saat ini mengalami lonjakan penumpang yang sangat luar biasa. Jadi, para penumpang bisa menikmati perjalanan sambil membaca buku," ujar Nawal.

Menurut Nawal, upaya membangun budaya membaca perlu dilakukan secara lebih luas dan tidak hanya mengandalkan sekolah maupun perpustakaan formal. Sarana transportasi umum, ruang publik, dan lingkungan keluarga juga dinilai dapat menjadi bagian dari ekosistem literasi.

Ia mengatakan tantangan literasi saat ini juga semakin berkembang. Kemampuan literasi tidak hanya berkaitan dengan baca-tulis, tetapi turut mencakup literasi digital serta kemampuan berpikir kritis dalam memilah informasi, termasuk menghadapi kabar bohong atau hoaks.

Nawal juga mendorong adanya perubahan konsep perpustakaan daerah agar menjadi ruang yang lebih terbuka dan menarik bagi masyarakat.

Perpustakaan, menurutnya, dapat dikembangkan menjadi ruang interaktif yang terintegrasi dengan kafe, co-working space, hingga tempat berkegiatan dan berkreasi bagi anak muda.

"Literasi bukan tentang siapa yang paling banyak membaca, tetapi siapa yang menjadikan pengetahuan sebagai kekuatan untuk melakukan perubahan dan kemanfaatan serta kemaslahatan bagi masyarakat," tegas Nawal.

Ia berharap berbagai upaya tersebut mampu mendorong peningkatan indeks literasi dan kegemaran membaca di Jawa Tengah. Kebiasaan membaca diharapkan tidak hanya dilakukan dalam kegiatan pendidikan, tetapi dapat menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah Rahmah Nur Hayati mengatakan Festival Literasi digelar untuk mendorong peningkatan minat membaca, menulis, serta kemampuan berpikir kritis masyarakat.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana memperkuat kolaborasi berbagai pihak dalam membangun ekosistem literasi di Jawa Tengah.

Festival Literasi melibatkan berbagai kelompok masyarakat, mulai anak usia dini, pelajar, santri, penyandang disabilitas, penggiat literasi, seniman, hingga instansi pemerintah.

Sejumlah pihak turut berpartisipasi, di antaranya Dinas Kearsipan Kabupaten/Kota se-Jateng, Bank Indonesia, Bank Jateng, penerbit nasional, serta komunitas literasi dari perguruan tinggi.

Beragam kegiatan juga digelar dalam festival tersebut. Di antaranya bedah buku bersama penulis Tere Liye, workshop penguatan literasi bersama Bunda Literasi Provinsi Jawa Tengah, pertunjukan monolog, dan seminar literasi santri.

Selain itu, festival diisi berbagai lomba dan kegiatan kreatif bagi pelajar, seperti band akustik SMA/SMK, debat mahasiswa, pentas ekspresi budaya, lomba mewarnai, mendongeng bersama Kak Kempo, serta kompetisi drum band anak TK. (*)

Baca Juga Otomatis

Rekomendasi berdasarkan kategori dan tag berita ini.

Menampilkan semua halaman artikel.

Artikel Selanjutnya

TEP UNDIP Ikut Royongan Petani Senggi, Perkuat Ketahanan Pangan di Kabupaten Keerom
Pendidikan • 10 September 2026

TEP UNDIP Ikut Royongan Petani Senggi, Perkuat Ketahanan Pangan di Kabupaten Keerom

Rekomendasi Redaksi