Ia berharap berbagai upaya tersebut mampu mendorong peningkatan indeks literasi dan kegemaran membaca di Jawa Tengah. Kebiasaan membaca diharapkan tidak hanya dilakukan dalam kegiatan pendidikan, tetapi dapat menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah Rahmah Nur Hayati mengatakan Festival Literasi digelar untuk mendorong peningkatan minat membaca, menulis, serta kemampuan berpikir kritis masyarakat.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana memperkuat kolaborasi berbagai pihak dalam membangun ekosistem literasi di Jawa Tengah.
Festival Literasi melibatkan berbagai kelompok masyarakat, mulai anak usia dini, pelajar, santri, penyandang disabilitas, penggiat literasi, seniman, hingga instansi pemerintah.
Sejumlah pihak turut berpartisipasi, di antaranya Dinas Kearsipan Kabupaten/Kota se-Jateng, Bank Indonesia, Bank Jateng, penerbit nasional, serta komunitas literasi dari perguruan tinggi.
Beragam kegiatan juga digelar dalam festival tersebut. Di antaranya bedah buku bersama penulis Tere Liye, workshop penguatan literasi bersama Bunda Literasi Provinsi Jawa Tengah, pertunjukan monolog, dan seminar literasi santri.
Selain itu, festival diisi berbagai lomba dan kegiatan kreatif bagi pelajar, seperti band akustik SMA/SMK, debat mahasiswa, pentas ekspresi budaya, lomba mewarnai, mendongeng bersama Kak Kempo, serta kompetisi drum band anak TK. (*)