Konten Semarang
Pendidikan

Dari Beras Sisa Kondangan hingga Wisuda Bersama, Pasutri Ini Raih Gelar Doktor-Magister

Nasikhin dan Baiti Al Ami, pasutri dengan kisah penuh keterbatasan, berhasil wisuda bersama. Keduanya meraih gelar doktor dan magister.

Dari Beras Sisa Kondangan hingga Wisuda Bersama, Pasutri Ini Raih Gelar Doktor-Magister
Dari Beras Sisa Kondangan hingga Wisuda Bersama, Pasutri Ini Raih Gelar Doktor-Magister

Baiti juga menghadapi tantangan tersendiri ketika menyelesaikan studi magister Pendidikan Agama Islam. Di tengah aktivitas perkuliahan, ia harus membagi waktu dengan mengasuh putri mereka yang masih berada dalam masa golden age.

Namun, tanggung jawab sebagai ibu tidak membuat Baiti menghentikan pendidikannya. Dukungan dari Nasikhin serta lingkungan kampus yang dinilainya inklusif membantu dirinya menjalankan dua peran sekaligus sebagai ibu dan mahasiswa.

Pengalaman dalam mengasuh anak kemudian menjadi bagian dari penelitian tesisnya. Ia mengangkat pengalaman tersebut sebagai topik penelitian hingga mampu menyelesaikan studi S-2 dalam tiga semester dengan predikat memuaskan.

Perjalanan Baiti menunjukkan bahwa dukungan keluarga dan lingkungan pendidikan dapat menjadi faktor penting bagi mahasiswa yang harus menjalankan peran ganda.

Sementara itu, Nasikhin menjalani pendidikan doktoral dengan aktif melakukan penelitian dan menghasilkan publikasi ilmiah.

Selama menempuh S-3, ia tercatat menulis 12 naskah jurnal bereputasi yang terindeks Scopus. Ia juga mengikuti penelitian kolaboratif berskala internasional di kawasan Asia Tenggara.

Prestasi tersebut turut mengantarkannya meraih predikat Wisudawan Terbaik Program Doktor sekaligus Peneliti Disertasi Terbaik.

Bagi Nasikhin dan Baiti, keberhasilan meraih gelar akademik bukan semata-mata pencapaian pribadi. Pendidikan yang mereka tempuh dipandang sebagai bagian dari upaya untuk terus memberikan manfaat melalui ilmu yang dimiliki.

Prosesi wisuda bersama di UIN Walisongo menjadi gambaran perjalanan panjang keduanya. Dari kehidupan rumah tangga dengan keterbatasan ekonomi, keduanya akhirnya dapat berdiri bersama di panggung akademik dengan membawa pencapaian masing-masing.

Bagi pasangan tersebut, kelulusan bukan menjadi titik akhir. Gelar yang diraih justru menjadi pijakan baru untuk memperluas pengabdian dan memberikan kontribusi yang lebih besar kepada masyarakat. (*)

Baca Juga Otomatis

Rekomendasi berdasarkan kategori dan tag berita ini.

Halaman 2 dari 2

Artikel Selanjutnya

USM Gandeng BRIDA Semarang, Dorong Hasil Riset Jadi Solusi Pembangunan
Pendidikan • 21 Agustus 2026

USM Gandeng BRIDA Semarang, Dorong Hasil Riset Jadi Solusi Pembangunan

Rekomendasi Redaksi