KONTENSEMARANG.COM – Rencana Pemerintah Kota Semarang memangkas anggaran sekitar 19-20 persen melalui kebijakan efisiensi menjadi perhatian DPRD Kota Semarang.
Dewan meminta langkah tersebut dilakukan dengan cermat agar penghematan tidak berdampak pada kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Anggota Komisi C DPRD Kota Semarang, Herlambang Prabowo, mengatakan efisiensi anggaran dapat menjadi salah satu langkah menghadapi kondisi fiskal.
Meski demikian, Pemkot Semarang dinilai perlu lebih dulu menelusuri faktor yang membuat target pendapatan daerah belum tercapai.
“Kalau sekarang kita lihat mereka berpedoman bahwa pendapatan tidak mencapai target dalam taraf yang baik, itu kesalahan siapa? Apakah kesalahan kami? Sebetulnya bukan,” ujarnya.
Menurut Herlambang, pemerintah masih memiliki sejumlah pilihan untuk menekan belanja tanpa mengurangi pemenuhan kebutuhan masyarakat.
Beberapa di antaranya adalah mengevaluasi anggaran makan dan minum, perjalanan dinas, kunjungan, hingga kegiatan seremonial yang dinilai kurang memberikan dampak langsung.
“Banyak sebetulnya efisiensi yang bisa dilakukan. Di antaranya persoalan makan minum, kegiatan kunjungan, dan kegiatan seremonial lain yang sebetulnya tidak terlalu perlu,” kata politikus Partai Gerindra ini.
Meski demikian, ia mengingatkan agar kebijakan penghematan tidak diarahkan pada anggaran yang berkaitan dengan pelayanan dasar.
Menurutnya, efisiensi harus menyasar belanja yang tidak mendesak tanpa mengurangi hak masyarakat memperoleh layanan.