KONTENSEMARANG.COM – Upaya pengelolaan sampah yang digerakkan masyarakat Kelurahan Bulusan, Kecamatan Tembalang, mendapat perhatian dan apresiasi dari Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Jumhur Hidayat.
Didampingi Sekretaris Daerah Kota Semarang, Handi Priyanto, Menteri mengunjungi Kebun Bulusan Edu Park pada Selasa (2/6), sebuah kawasan yang berkembang menjadi pusat edukasi lingkungan sekaligus praktik ekonomi sirkular berbasis masyarakat.
Kunjungan tersebut bertujuan meninjau secara langsung penerapan teknologi BIOWASH PROMIC yang digunakan untuk mengolah sampah organik.
Inovasi yang dikembangkan Yayasan Peduli Lingkungan Penghijauan Melindungi Bumi dari Polusi itu memanfaatkan bioaktivator berbasis mikroorganisme guna mempercepat proses penguraian sampah menjadi media tanam, pupuk, dan nutrisi tanaman yang ramah lingkungan.
Tidak hanya fokus pada pengelolaan sampah, Kebun Bulusan Edu Park juga menjadi wadah pembelajaran lingkungan, penghijauan, urban farming, serta pemberdayaan masyarakat.
Berawal dari inisiatif warga RT 04 RW 04 Kelurahan Bulusan, gerakan tersebut kini berkembang menjadi salah satu contoh penerapan ekonomi sirkular yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Jumhur menilai keberhasilan warga Bulusan menunjukkan bahwa solusi atas persoalan sampah dapat lahir dari masyarakat dan memberikan manfaat nyata bagi lingkungan maupun peningkatan kesejahteraan warga.
“Dari RT di Kota Semarang melahirkan satu gagasan bahwa ternyata sampah itu menguntungkan dan itulah ekonomi sirkular. Sampah bukan masalah, bahkan bisa menjadi bagian dari peningkatan kegiatan ekonomi,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan pengelolaan sampah sangat dipengaruhi oleh kearifan lokal yang berkembang di setiap daerah.
Karena itu, pemerintah perlu membuka ruang bagi berbagai inovasi masyarakat agar dapat tumbuh sesuai dengan kebutuhan dan karakter wilayah masing-masing.