Selain menghemat air, media pemeliharaan juga disebut tidak menimbulkan bau menyengat. Kondisi ini memungkinkan budi daya dilakukan di lingkungan permukiman yang padat tanpa terlalu mengganggu warga sekitar.
Pengelolaan kualitas air yang baik juga dapat membantu mengurangi perilaku kanibalisme pada ikan, sehingga mendukung keberlangsungan budi daya.
Secara teknis, satu unit buis beton berdiameter 80 sentimeter dengan tinggi 70 sentimeter diperkirakan dapat digunakan untuk menampung hingga 1.000 ekor benih lele.
Soenarto berharap hasil kajian tersebut nantinya dapat disebarluaskan kepada masyarakat dan diterapkan secara lebih luas.
Selain mendukung ketahanan pangan keluarga, budi daya lele dengan metode tersebut diharapkan dapat membuka peluang usaha mikro baru bagi warga Kota Semarang. (*)