Dengan demikian, wisatawan tidak hanya membawa pulang pengalaman mengunjungi destinasi sejarah maupun mencicipi kuliner khas Semarang, tetapi juga dapat membawa produk unggulan dari berbagai daerah di Jawa Tengah.
Potensi D’Store dalam menjangkau pasar wisatawan juga mulai terlihat dari kunjungan wisatawan mancanegara.
Emmy menyebut beberapa wisatawan asal China sempat datang dan berbelanja setelah mengetahui D’Store melalui media sosial.
“Yang paling mengejutkan, kemarin ada beberapa turis dari Cina yang datang berbelanja ke kami. Mereka tahunya dari media sosial, dan itu alhamdulillah menjadi tanda bahwa D’Store mulai dikenal,” kata Emmy.
Menurut Emmy, keberadaan D’Store dalam rute bus wisata dapat memperkuat strategi promosi yang sebelumnya telah dilakukan melalui platform digital.
Media sosial dapat menjadi sarana untuk menarik perhatian calon pengunjung, sedangkan bus wisata berperan mengantarkan wisatawan secara langsung ke lokasi. Perpaduan kedua strategi tersebut dinilai dapat memperluas pasar bagi produk UMKM Jawa Tengah.
Salah seorang pengunjung, Ratna, mengapresiasi konsep D’Store yang menghimpun produk khas dari berbagai daerah di Jawa Tengah dalam satu lokasi.
Menurutnya, konsep tersebut membuat masyarakat lebih mudah mengenal kerajinan dan produk lokal tanpa perlu mendatangi satu per satu kabupaten dan kota di Jawa Tengah.
“Ini benar-benar bagus banget. Kita cukup datang ke sini saja sudah bisa tahu daerah-daerah dari mana-mana dan khasnya apa saja, jadi wow banget,” ujar Ratna. (*)