Menurut Sofyan, simulasi menjadi bagian penting dalam pelatihan karena peserta tidak hanya dituntut menguasai materi. Mereka juga harus mampu menjaga ketenangan dan konsistensi ketika tampil di hadapan dewan hakim.
Pelatihan tersebut diikuti 67 anggota kafilah Jawa Tengah. Rinciannya, sebanyak 56 orang merupakan peserta inti dan 11 lainnya berstatus peserta cadangan.
Para kafilah mendapat pendampingan dari 13 pelatih nasional dan 13 pelatih lokal. Pendampingan tersebut diharapkan dapat semakin mematangkan kesiapan peserta sebelum tampil dalam MTQ Nasional XXXI.
Wakil Gubernur Jawa Tengah sekaligus Ketua Umum LPTQ Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen turut mengingatkan pentingnya membangun rasa percaya diri.
Menurutnya, penguasaan teknik harus berjalan beriringan dengan kesiapan mental untuk menghadapi tekanan selama perlombaan. (*)