Konten Semarang
Regional

Gali Potensi Siswa, Taj Yasin Usul Vokasi Dikenalkan Sejak SMP

Wagub Jateng Taj Yasin usul pendidikan vokasi dikenalkan sejak SMP agar minat siswa terarah dan berlanjut hingga perguruan tinggi.

Gali Potensi Siswa, Taj Yasin Usul Vokasi Dikenalkan Sejak SMP
Gali Potensi Siswa, Taj Yasin Usul Vokasi Dikenalkan Sejak SMP

Ia pun mengimbau pemerintah, pihak kampus, serta berbagai instansi terkait agar semakin memperbanyak alokasi beasiswa untuk lulusan SMK terutama bagi kelompok kurang mampu demi memfasilitasi peningkatan kompetensi mereka. 

Paradigma pendidikan vokasi, menurutnya, juga wajib bertransformasi. Lulusannya tidak boleh lagi sekadar dipersiapkan sebagai pencari kerja, namun dididik menjadi pencipta solusi berkat penguasaan teknologi.

"Mindset-nya sudah bukan lagi kita menjadi pegawai atau buruh, akan tetapi bagaimana kita menciptakan sesuatu yang benar-benar bermanfaat," jelasnya.

Sebagai ilustrasi, ia mengangkat teknologi desalinasi garapan perguruan tinggi yang sukses memberikan jalan keluar bagi pemenuhan air bersih di kawasan industri Jawa Tengah. Ia meyakini inovasi semacam ini merupakan roh sejati dari pendidikan vokasi dan ilmu terapan.

Di samping kemampuan teknis, Wagub yang menjabat dua periode ini turut menyoroti vitalnya aspek karakter seperti kedisiplinan dan kepatuhan terhadap aturan. 

Hal ini harus senantiasa mengiringi penguasaan teknologi agar kelak tercipta sumber daya manusia unggul yang siap tempur.

Gus Yasin menaruh harapan agar hasil dari konferensi berskala internasional ini mampu menjadi bahan kajian bagi Pemprov Jateng saat merumuskan kebijakan pendidikan yang adaptif terhadap tuntutan industri dan dunia usaha.

Sejalan dengan hal tersebut, Wakil Rektor IV Undip, Wijayanto, menuturkan bahwa beberapa negara maju seperti Jerman dan Belanda telah lama mengadaptasi sistem pemetaan bakat sejak bangku sekolah.

Lewat mekanisme tersebut, para murid akan diarahkan untuk memilih jalur vokasi atau akademik yang paling sesuai dengan potensi mereka.

"Di sana vokasi bukan nomor dua. Mereka melakukan tes bakat sehingga anak-anak bisa dipetakan sesuai potensinya. Ada yang lebih cocok menjadi ilmuwan, ada yang lebih pas menjadi teknokrat. Keduanya sama-sama dibutuhkan untuk membangun negara," tutur Wijayanto.

Baca Juga Otomatis

Rekomendasi berdasarkan kategori dan tag berita ini.

Halaman 2 dari 3

Artikel Selanjutnya

Krisis Air Lereng Merapi, Bantuan Air Bersih BPBD Jadi Penyelamat Warga
Regional • 15 Juli 2026

Krisis Air Lereng Merapi, Bantuan Air Bersih BPBD Jadi Penyelamat Warga

Rekomendasi Redaksi