KBJS diharapkan dapat menjadi model percontohan yang nantinya diterapkan di kawasan industri lainnya. Luthfi juga mendorong perusahaan untuk menyediakan ruang sehingga koperasi dapat menjangkau lebih banyak pekerja.
Koperasi tersebut resmi berdiri pada Mei 2025 dan mulai menjual kebutuhan pokok pada Juli 2026. Hingga kini, KBJS telah menyediakan 36 jenis barang dan mendapatkan dukungan dana sponsor senilai Rp250 juta dari Bank Jateng.
Ketua KBJS Luqmanul Hakim mengatakan, koperasi terus diarahkan menjadi instrumen untuk meningkatkan kesejahteraan buruh, terutama melalui pemenuhan kebutuhan sehari-hari dengan harga yang lebih terjangkau.
Ia mengatakan keberadaan koperasi mendapat sambutan positif dari pekerja. Pasalnya, berbagai kebutuhan primer yang disediakan merupakan barang yang rutin diperlukan buruh dan keluarganya.
“Yang sangat diharapkan teman-teman buruh adalah bisa membeli barang di bawah harga pasar dengan kualitas yang sama. Upahnya tetap sesuai UMK, tetapi kebutuhan bisa diperoleh dengan harga lebih murah,” kata Luqmanul seusai audiensi.
Luqmanul menyambut baik arahan Gubernur Jawa Tengah untuk memperluas akses koperasi kepada produsen.
Langkah tersebut dinilai penting agar jangkauan layanan KBJS semakin luas dan manfaatnya dapat dirasakan lebih banyak pekerja.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah Desy Arijani mengatakan pemerintah telah mendampingi KBJS sejak awal pembentukan.
Pendampingan tersebut mencakup proses pendirian, pengurusan perizinan, hingga penyediaan tempat usaha yang lebih memadai.
“Untuk tahap awal, kami mendorong koperasi fokus pada barang yang perputarannya cepat, seperti beras, minyak goreng, dan gula. Barang-barang itu dibutuhkan anggota setiap bulan sehingga permodalan koperasi juga bisa berputar dengan cepat,” kata Desy.