Menurutnya, keberadaan embung memiliki peran penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian, khususnya padi, guna mendukung target swasembada pangan.
Pada 2026, Jawa Tengah menargetkan produksi padi mencapai 10,55 juta ton gabah kering giling (GKG).
"Ini sangat membantu sekali, karena Provinsi Jawa Tengah berharap swasembada pangan bisa tercapai kembali. Tahun kemarin kita produksi hampir 9,7 juta ton atau memenuhi 15,6 persen kebutuhan padi nasional. Jawa Tengah nomor dua dan kami ingin nanti bisa nomor satu," tegasnya.
Untuk menghadapi potensi kemarau yang diperkirakan lebih kering, Luthfi juga telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Kodam IV/Diponegoro yang memiliki program pipanisasi dan sumurisasi.
Selain itu, pemerintah provinsi juga berkoordinasi dengan kabupaten dan kota guna memetakan wilayah yang membutuhkan tambahan infrastruktur air seperti jaringan pipa dan sumur selama musim kemarau.
Sementara itu, seorang petani di Kecamatan Tasikmadu, Admin, mengungkapkan bahwa keberadaan Embung Alastuwo sangat membantu, terutama saat musim tanam kedua dan ketiga yang biasanya berlangsung di musim kemarau sehingga membutuhkan pasokan air yang cukup. (*)