“Pemberdayaan itu dimulai dari rumah. Dari rumah kita bisa membangun kesehatan, pangan, lingkungan, budaya sampai ekonomi keluarga,” ungkapnya.
Salah satu peluang yang dapat diperkuat adalah UP2K. Menurut Agustina, usaha yang awalnya dijalankan untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga berpotensi berkembang menjadi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) apabila memperoleh pendampingan secara berkelanjutan.
Ia menyebut semakin banyak kader PKK yang mulai mengembangkan usaha hingga menjadi pelaku UMKM dan entrepreneur.
“Sekarang semakin banyak kader PKK yang berkembang menjadi pelaku UMKM dan entrepreneur. Ini yang harus kita dorong,” katanya.
Agustina menekankan pengembangan usaha keluarga perlu dilakukan secara konsisten agar kegiatan ekonomi yang dirintis dari rumah tidak berhenti sebagai usaha sampingan.
Pendampingan, peningkatan keterampilan, promosi serta akses pasar menjadi sejumlah faktor yang perlu diperkuat agar usaha keluarga mampu tumbuh dan memberikan nilai tambah.
Melalui gerakan PKK, Pemkot Semarang berharap semakin banyak keluarga mampu mengoptimalkan potensi di lingkungan masing-masing sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru.
Dengan demikian, PKK diharapkan tidak hanya berperan dalam pemberdayaan keluarga, tetapi juga ikut memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat di Kota Semarang. (*)