Luthfi menambahkan, perbaikan jalan berlubang, pemasangan rambu lalu lintas, dan penerangan jalan terus dipercepat agar jalur mudik dalam kondisi aman dan nyaman dilalui masyarakat.
Terkait ketersediaan bahan pokok, gubernur meminta operasi pasar dan pengawasan dari Satgas Pangan terus digencarkan guna memastikan stok tetap tersedia dan mencegah penimbunan yang dapat memicu kenaikan harga.
"Operasi pasar kita perbanyak, saat ini sudah sampai sekitar 300-an kegiatan dilakukan di seluruh kabupaten/kota," paparnya.
Selain itu, pemerintah juga memastikan kecukupan pasokan energi seperti LPG, bahan bakar minyak (BBM), dan listrik.
Berdasarkan informasi dari Pertamina, stok LPG dan BBM di Jawa Tengah dipastikan aman selama Lebaran.
Sementara itu, Perusahaan Listrik Negara juga telah menyiapkan langkah pengamanan distribusi listrik serta fasilitas Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).
"Gas cukup. Saya ingatkan masyarakat untuk tidak panic buying, nggak usah latah, nggak usah kemrungsung. Stok bbm sangat cukup, kemarin Gus Yasin sudah mengecek ke lapangan, perwakilan Pertamina menyampaikan stok cukup untuk 2 bulan ke depan," katanya.
Gubernur juga meminta seluruh kepala daerah dan Forkopimda di Jawa Tengah untuk melakukan mitigasi terhadap potensi bencana yang mungkin terjadi selama masa libur Lebaran.
Sementara itu, Kapolda Jawa Tengah Ribut Hari Wibowo menegaskan bahwa pengamanan arus mudik dan perayaan Idulfitri akan mengedepankan aspek keamanan sekaligus keramahtamahan kepada masyarakat.
Sebanyak 28.980 personel disiagakan untuk mengamankan arus mudik dan balik di Jawa Tengah.