Penutupan juga diberlakukan lebih awal di kawasan Simpang Paragon dan Cendrawasih, dengan pengaturan lanjutan yang bersifat situasional sesuai kondisi di lapangan.
Untuk mengantisipasi kepadatan, masyarakat diarahkan menggunakan kantong parkir yang telah disediakan, seperti Gedung Parkir Balai Kota, DP Mall, Udinus, SMU 3, Museum Mandala Bhakti, area belakang Spiegel, serta Metro Point.
Pemerintah kota mengimbau warga agar merencanakan perjalanan dengan baik, menghindari jalur terdampak, serta mengikuti arahan petugas.
Selain sebagai perayaan, momentum ini juga menjadi cerminan pengelolaan kota yang tertib di tengah tingginya aktivitas masyarakat.
Karnaval Paskah 2026 sekaligus menegaskan Semarang sebagai kota yang inklusif dan menjunjung tinggi keberagaman, di mana jalan tidak hanya berfungsi sebagai jalur transportasi, tetapi juga sebagai ruang bersama untuk merayakan nilai-nilai kemanusiaan. (*)