Konten Semarang
Semarang

Agustina Wilujeng Hadirkan Ragam Seni dan Budaya untuk Meriahkan MTQ Nasional XXXI

Agustina menghadirkan seni, budaya, literasi, dan kegiatan Islami untuk menyambut kafilah MTQ Nasional XXXI di Semarang.

Agustina Wilujeng Hadirkan Ragam Seni dan Budaya untuk Meriahkan MTQ Nasional XXXI
Agustina Wilujeng Hadirkan Ragam Seni dan Budaya untuk Meriahkan MTQ Nasional XXXI

KONTENSEMARANG.COM – Kota Semarang menyiapkan berbagai pertunjukan seni, budaya, literasi, hingga kegiatan bernuansa Islami untuk menyambut pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026.

Ajang nasional tersebut berlangsung pada 12–19 September 2026. Sebagai tuan rumah, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menyiapkan sejumlah kegiatan pendukung yang melibatkan masyarakat, seniman, pelajar, komunitas, serta para tamu dan kafilah dari berbagai daerah di Indonesia.

Menurut Agustina, pelaksanaan MTQ Nasional menjadi kesempatan bagi Semarang untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan sejarah yang berkembang di tengah masyarakat. Karena itu, tradisi lokal dan kesenian Islami turut ditempatkan dalam rangkaian kegiatan selama MTQ berlangsung.

“MTQ Nasional bukan hanya tentang perlombaan membaca dan memahami Al-Qur’an. Ini adalah momentum perjumpaan. Kita mempertemukan nilai-nilai keislaman dengan kekayaan budaya lokal. Karena itu, kami ingin para kafilah dan tamu yang datang tidak hanya mengikuti MTQ, tetapi juga merasakan keramahan dan mengenal karakter Kota Semarang,” ujar Agustina usai menghadiri Residensi Silang Rimbaud, Kamis (10/9).

Agustina Wilujeng Hadirkan Ragam Seni dan Budaya untuk Meriahkan MTQ Nasional XXXI

Salah satu agenda yang disiapkan yakni Nostalgia Mini Dugderan di kawasan Alun-Alun Masjid Agung Kauman pada 13–18 September 2026.

Kegiatan tersebut menghadirkan suasana pasar rakyat dengan berbagai kuliner khas, seperti kue putu dan martabak, serta permainan tradisional berupa gerabah dan kapal othok-othok.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Kirab Budaya Mini Dugderan pada Jumat (18/9). Prosesi diawali pembacaan Suhuf Halaqah dan pemukulan bedug, kemudian dilanjutkan pembagian roti Ganjel Rel kepada masyarakat.

Kirab tersebut juga melibatkan berbagai unsur budaya dan lintas agama. Di antaranya Barisan Pecinan, Barisan Koja, pertunjukan Barongsai Semarangan, serta Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI).

“Kota Semarang punya Dugderan, punya kekayaan seni dan budaya yang sangat beragam. Ini yang ingin kita tampilkan. Kita menyambut saudara-saudara dari seluruh Indonesia dengan budaya kita, tetapi tetap dalam semangat persaudaraan dan nilai-nilai keislaman,” jelasnya.

Selain Dugderan, sejumlah kegiatan seni dan budaya turut digelar untuk memeriahkan MTQ Nasional XXXI. Agenda tersebut mencakup Pameran Kaligrafi Internasional, Festival Kaligrafi, Lomba Cerpen, Lomba Mewarnai, Lomba Bacaan Surat Pendek, kegiatan musik anak, hingga berbagai pertunjukan seni.

Baca Juga Otomatis

Rekomendasi berdasarkan kategori dan tag berita ini.

Halaman 1 dari 2

Artikel Selanjutnya

Diskominfo Semarang Targetkan Segitiga Emas Bebas Kabel Udara, Ducting Dikebut
Semarang • 11 September 2026

Diskominfo Semarang Targetkan Segitiga Emas Bebas Kabel Udara, Ducting Dikebut

Rekomendasi Redaksi