Menurut Saleh, keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya diukur dari kemajuan infrastruktur, tetapi juga kualitas sumber daya manusia yang dibentuk sejak usia remaja.
Oleh karena itu, pembinaan generasi muda perlu menjadi investasi jangka panjang untuk melahirkan generasi yang sehat, berkarakter, dan berdaya saing.
Sementara itu, Puncak Apresiasi Duta Generasi Berencana (Adugenjat) Tahun 2026 digelar untuk melahirkan role model dan spokesperson yang mampu memberikan dampak positif di masyarakat, khususnya dalam mengedukasi ketahanan remaja dan penyiapan kehidupan berkeluarga.
Saleh berharap para Duta GenRe terpilih dapat menjalankan perannya secara berkelanjutan sehingga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Saya berharap Duta GenRe tidak berhenti setelah ajang ini selesai. Jadilah agen pembangunan yang terus menyebarkan nilai-nilai positif, mengedukasi remaja, dan menjadi teladan dalam menyiapkan generasi Indonesia yang lebih baik," pungkasnya. (*)