Nasaruddin juga menyebut Indonesia menjadi salah satu rujukan dalam penyelenggaraan MTQ di tingkat internasional. Skala pelaksanaan MTQ di Indonesia dinilai besar karena melibatkan peserta, pemerintah daerah, serta masyarakat secara luas.
Ia turut memberikan apresiasi kepada Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, dan seluruh panitia yang telah mempersiapkan MTQ Nasional XXXI.
Menurutnya, kemeriahan MTQ di Jawa Tengah sudah terlihat sejak peluncuran logo. Antusiasme masyarakat kemudian semakin meningkat menjelang pembukaan dan pelaksanaan seluruh cabang perlombaan.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Agama dan LPTQ Pusat atas kepercayaan yang diberikan kepada Jawa Tengah sebagai tuan rumah. MTQ Nasional terakhir kali digelar di Jawa Tengah pada 1979 atau 47 tahun lalu.
Karena itu, pemerintah provinsi bersama seluruh pihak telah melakukan berbagai persiapan untuk memastikan MTQ Nasional XXXI berlangsung sukses dan lancar.
Luthfi berharap penyelenggaraan MTQ juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian Jawa Tengah. Berdasarkan laporan yang diterimanya, sebanyak 7.831 tamu diperkirakan datang ke Jawa Tengah.
Tingginya kunjungan tersebut turut terlihat dari tingkat keterisian hotel serta banyaknya kendaraan rental yang telah dipesan. Kondisi itu dinilai menunjukkan besarnya antusiasme terhadap MTQ Nasional di Jawa Tengah.
"Mewakili masyarakat Jawa Tengah kami ucapkan selamat datang. MTQ Nasional ini memiliki makna mempersatukan kita yang berasal dari berbagai wilayah geografis Indonesia dan pada hari ini berkumpul bersama di Jawa Tengah," katanya.
Antusiasme masyarakat juga terlihat dalam pelaksanaan Malam Ta’aruf. Selain perwakilan kafilah dari 37 provinsi, sejumlah kepala daerah turut hadir untuk menyambut penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI.
"Malam ini ada Gubernur Bengkulu, Gubernur Kalimantan Utara, serta Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Barat Daya. Besok rencana ada 17 gubernur yang akan datang untuk menghadiri pembukaan," ujar Luthfi.