"Event ini bukan sekadar lomba lari, tetapi juga mengangkat isu konservasi lingkungan. Kami ingin peserta menikmati keindahan Muria sekaligus ikut menjaga kelestarian alamnya," ujar Yuda.
Pada penyelenggaraan tahun kedua, panitia menargetkan lebih dari 500 peserta atau meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
Hingga awal Juli, sekitar 80 persen kuota telah terisi, sedangkan pendaftaran masih dibuka hingga 18 Juli 2026.
Ajang ini mempertandingkan kategori 8K, 15K, 30K, dan 45K, serta kategori master untuk nomor 30K dan 45K bagi pelari berusia 40 tahun ke atas.
Selain menghadirkan lintasan di lereng Gunung Muria, penyelenggaraan tahun ini mengusung tema "Hajatan Rahtawu".
Konsep tersebut menghadirkan suasana pesta kampung dengan kuliner khas, dekorasi tradisional, serta keterlibatan masyarakat setempat dalam pelaksanaan acara.
Yuda mengatakan, pelibatan warga diharapkan memberikan dampak ekonomi secara langsung melalui penyediaan penginapan, transportasi, konsumsi, hingga berbagai kebutuhan operasional lainnya.
"Kami ingin melibatkan sebanyak-banyaknya warga sehingga warga tidak hanya menonton tapi juga terlibat langsung sehingga dampak ekonominya akan lebih terasa," katanya.
Panitia juga menempatkan aspek keselamatan sebagai prioritas selama penyelenggaraan. Seluruh peserta akan mendapat perlindungan asuransi, disertai penerapan prinsip safety first, termasuk imbauan agar peserta memilih kategori lomba sesuai kemampuan fisik masing-masing. (*)