Kolaborasi ini diarahkan untuk memperkuat pembinaan sekaligus membantu UMKM meningkatkan kemampuan dalam menjangkau pasar.
Taj Yasin berharap UKM Jateng Corner nantinya dapat terhubung dengan pusat-pusat promosi UMKM lain di Jawa Tengah.
Salah satu gagasan yang tengah didorong adalah mengintegrasikan ruang promosi produk UMKM di stasiun dengan galeri yang berada di bandara.
Menurutnya, jaringan tersebut dapat membantu wisatawan maupun pendatang memperoleh informasi tentang berbagai sentra UMKM dan produk unggulan yang tersebar di Jawa Tengah.
Tak hanya soal pemasaran, kualitas produk juga menjadi perhatian. Taj Yasin mendorong agar produk yang dipasarkan melalui UKM Jateng Corner memiliki standar yang semakin baik, termasuk dalam hal pemenuhan sertifikasi halal.
Ia menilai penguatan aspek tersebut dapat menjadi contoh bagi pelaku usaha lainnya untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produknya.
“UMKM kita ini kalau bisa juga memberikan contoh. Karena berdekatan dengan MTQ, nanti outlet juga kita kurasi, kita daftarkan ke halal,” katanya.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah Desi Arijani menjelaskan, galeri UMKM di Bandara Ahmad Yani mulai beroperasi pada 5 Maret 2019.
Saat itu, pembukaannya dilakukan melalui kerja sama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan PT Angkasa Pura I.
Setelah beroperasi sekitar tujuh tahun, galeri tersebut kini diperbarui melalui renovasi dan rebranding menjadi UKM Jateng Corner.